Atletico Madrid Pastikan Joao Miranda Dibekap Cedera

Atletico Madrid Pastikan Joao Miranda

Atletico Madrid, sang juara bertahan La Liga Spanyol ini sepertinya harus lekas mempersiapkan pemain yang tepat untuk menambal salah satu bagian lini belakang mereka yang telah ditinggalkan oleh Joao Miranda, lantaran defender Brasil itu mengalami cedera dan dipastikan absen dalam dua laga mendatang, kontrak Malaga akhir pekan ini dan kontra Olympiakos tengah pekan dalam lanjutan Fase Group Liga Champions Eropa.

Adapun cedera yang didapatkan Miranda terjadi ketika dia membela Tim Nasional Brasil dalam laga ujicoba melawan Austria pekan kemarin. Dalam laga tersebut, tepat di menit ke-28, Miranda berbenturan dengan pemain lawan, dia kemudian ditarik keluar. Pihak Atletico Madrid sendiri mengkonfirmasi kabar kurang menyenangkan itu lewat akun situs resmi mereka.

“Joao Miranda sedang menjalani pemeriksaan MRI di Freemap Clinic di Majadahonda, untuk pemeriksaan cedera yang membuatnya ditarik keluar ketika pertandingan antara Brasil melawan Austria, tepat di menit ke-28”

“Menurut laporan medis mengabarkan bahwa Miranda mengalami cedera level dua otot hamstring di bagian belakang betisnya, sehingga dia membutuhkan terapi fisik dan harus berisitirahat, menjauh dari aktifitas olahraga sampai pekan depan” Demikian bunyi pernyataan resmi Los Rojiblancos.

Namun, belum diketahui sejauh ini, sampai kapan Miranda akan menepi, dan kapan dia akan kembali ke skuat, tapi umumnya untuk cedera seperti itu bisa membutuhkan waktu sampai 2-4 pekan lamanya.

Dalam pertandingan antara Brasil kontra Austria, Jooao Mirana memang tak berhasil bermain sampai 90 menit, namun Tim Samba akhirnya sukses memenangkan pertandingan itu dengan skor akhir 2-1.

Arsenal Siapkan 40 Juta Pounds untuk Benzema

Arsenal Siapkan 40 Juta Pounds untuk Benzema

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, beberapa waktu lalu sempat mengibarkan bendera putih dari perburuan titel Liga Primer Inggris, lantaran melihat performa gemilang Chelsea yang sedang duduk nyaman di puncak klasemen sementara dan tak terkejar. Dengan begitu, Gunners hanya berusaha untuk mencapai Zona Liga Champions Eropa musim ini, karena tentu saja persaingan merebut posisi di tempat itu bukan perkara mudah, terlebih Manchester United sudah mulai ‘bangkit’ dari keterpurukan musim lalu.

Tapi, untuk mencapai zona tersebut, Arsenal menilai bahwa mereka harus mendatangkan amunisi baru pada bursa transfer musim dingin bulan Januari 2014 mendatang. Kabarnya, banyak pemain incaran Meriam London, yang mana salah satunya adalah Bomber andalan Real Madrid CF, Karim Benzema.

Ya, menurut isu yang beredar di sejumlah media Inggris, Gunners disebut-sebut sangat menginginkan servis Striker 26 tahun asal Prancis itu, bahkan mereka juga kabarnya telah menyiapkan dana yang besar untuk bisa meluluhkan hati Los Blancos agar bersedia melepas pemain tersebut.

Sebesar 40 Juta Poundsterling kabarnya siap dilayangkan Arsenal untuk mendapatkan Benzema di musim dingin mendatang, tapi sejauh ini kubu Gunners belum berkomentar apapun mengenai kabar ini.

Pada bursa transfer musim panas kemarin, mereka memang sempat mendatangkan Danny Welbeck, tapi kehadiran striker Inggris itu masih belum cukup untuk membawa perubahan yang signifikan, lantaran di pihak lain, Olivier Giroud sedang dibekap cedera sejak awal musim ini.

Karim Benzema dinilai Wenger bisa menjadi alternatif baru untuk mengangkat performa klub, namun sepertinya sulit bagi mereka menembus Sang Striker yang selama ini menjadi andalan Real Madrid tersebut. Bagaimana pendapat anda Gooners?

Taktik Chelsea Berubah Demi Torres

Sejak kedatangan Jose Mourinho ke Chelsea nama beberapa pemain Chelsea sempat terancam akan diusir dari Stamford Bridge, salah satunya adalah Fernando Torres. Namun, beruntung, kabar tersebut hanyalah sebuah rumor belaka ketika The Special one mengkonfirmasikan bahwa ia tidak akan memasukkan Torres dalam daftar jual Chelsea di bursa transfer saat ini, bahkan ia akan mempertahankan pembelian termahal Chelsea di 2 musim lalu itu, walaupun selama 2 musim terakhir performa Torres dilini depan The Blues terbilang menurun drastis.

mourinho
Untuk mengantisipasi hal tersebut dan juga untuk mempertahankan Ujung tombak timnas Spanyol itu, Jose Mourinho bahkan rela mengubah skema permainan atau gaya bermain The Blues agar sesuai dengan skill yang dimiliki oleh Fernando Torres. Hal itu karena menurut Mourinho, selama ini skill yang dimiliki Torres berbeda dengan gaya bermain Chelsea, dan akhirnya Mou sendiri mengaku akan mengubah gaya beramain Chelsea untuk menyesuaikan nya dengan gaya bermain yang dimiliki eks penyerang Liverpool itu.

Manajer asal Portugal itu mengaku bahwa ia dan Chelsea akan mendukung Torres sepenuhnya agar performa terbaik nya akan kembali di Chelsea. Eks pelatih FC Internazionale itu juga menginginkan Chelsea bisa berkembang bersama Torres sehingga nama besar Torres juga tetap terjaga. Mourinho juga ingin mengajari Chelsea bagaiman caranya agar bisa membuat torres mengeluarkan performa terbainya, yaitu dengan mengubah gaya bermain Chelsea bukan mengubah gaya bermain Torres yang memang tidak bisa dirubah.

Memang, kabar kepergian Fernando Torres dari Stamford Bridge sudah terdengar sejak kembalinya Jose Mourinho untuk melatih Chelsea. Bukan hanya torres, rekan nya di spanyol yaitu Juan Matta, dan pemain asal Brasil yaitu David Luiz juga dikabarkan akan pergi dari Chelsea. Kabar tersebut terkait dengan gaya bermain ketiga pemain tersebut yang tidak disukai Mourinho. Namun beruntung, mou menepis semua kabar tersebut. sbobet casino.

Van Persie enggan Bertemu Brasil di 16 Besar

Robin Van Persie Gak Mau ketemu brasil

Striker andalan Timnas Belanda ‘Robin Van Persie’ enggan jika tim nya bertemu dengan Brasil di Fase 16 besar, karena ia ingin bertemu tim besar di Final.

Tim nasional Belanda baru saja berhasil memenangkan partai kedua Fase group B kontra Australia dengan skor akhir 2-3, kemenangan tersebut secara otomatis membuat mereka berhasil mengamankan satu tiket menuju ke babak 16 Besar. Kini Belanda tinggal berhadapan dengan timnas Cili sebagai laga terakhir Group B sekaligus laga penentu siapa yang berhak menjadi pemuncak klasemen akhir Group B.

Tentu saja Belanda sebagai salah satu tim unggulan dalam laga ini menginginkan kemenangan kontra Cili, terlebih lagi mereka menghindari kemungkinan bertemu dengan Brasil yang diprediksi akan menjadi juara Group A. Hal tersebutpun dibenarkan oleh Robin Van Persie, penyerang andalan The Oranje itu mengaku menghindari pertemuan dengan Brasil.

“Dengan segala hormat kepada para peserta yang ikut dalam kompetisi ini, menurut saya akan lebih baik bagi kami agar menjadi pemuncak klasemen dan menghadapi tim-tim kuat hanya di partai puncak saja. Kami harus menjadi juara Grou[ dan akan melihat hasil pertandingan Brasil yang baru akan berlaga setelah kami” Tutur Eks punggawa Arsenal itu.

Belanda sendiri harus memenangkan partai kontra Cili untuk memperkecil peluang bertemu dengan tuan rumah Brasil di babak 16 besar, karena sudah tentu akan sangat aneh jika bertemu tuan rumah di fase tersebut.

Kendati demikian, Brasil juga bisa saja menjadi runner Up Group A, dan andai benar demikian, pertemuan keduanya tidak bisa dihindarkan lagi.

Striker Andalan Portugal Hélder Postiga

Striker Andalan Portugal Hélder Postiga

Helder Postiga dengan nama lengkap Helder Manuel Marques Postiga, merupakan seorang pemain sepak bola profesional asal Portugal. Pemain yang sudah berusia matang namun sedang berada di puncak kariernya ini, selalu memberikan kontribusi terbaiknya bagi klub yang dibelanya dan bagi timnas Portugal. Helder Postiga lahir tanggal 2 Agustus 1982 di Portugal atau nama daerahnya yaitu Vila do Conde. Postiga gemar bermain sepak bola sejak kecil. Terbukti meski usianya dulu baru 17 tahun, Helder Postiga tercatat pernah bermain untuk klub Portugal junior. Tinggi badannya yang mencapai 182 cm memang cukup aktif untuk berada di posisi seorang striker.

Meski telah lama malang melintang di dunia sepak bola, Helder Postiga tak pernah sedikit pun merasa jenuh terhadap permainan yang satu ini. Baginya, sepak bola telah menjadi nafas hidup yang senantiasa ia lakukan dan ia cintai. Di usianya yang telah mencapai 32 tahun, belum terbesit sedikit pun bahwa Helder Postiga berniat untuk gantung sepatu. Justru di usia ini adalah usia untuk puncak kariernya. Terbukti berbagai klub besar pernah ia masuki. Kini Helder Postiga bermain untuk klub besar Lazio dan berusaha untuk selalu tampil maksimal pada setiap pertandingan. Helder Postiga juga dipercaya sebagai pemain inti pada laga-laga penting Lazio. Pelatih Lazio meyakini striker yang satu ini memiliki kemampuan untuk mengeksekusi bola di depan gawang dan mampu berduel pada lawan.

Bukan hanya dipercaya untuk klub Lazio, karena Helder Postiga pun dipercaya untuk selalu membela timnas senior Portugal dan berduet bersama CR7. Bersama Cristiano Ronaldo, Helder Postiga menjadi penyerang yang sangat diandalkan bagi timnas Portugal. Apalagi kematangannya dalam dunia sepak bola, membuat Helder Postiga lebih tenang dalam bermain dan menghadapi bola-bola sulit dibandingkan pemain yang lainnya. Helder Postiga telah membela timnas Portugal sejak usianya di bawah 21 tahun, sehingga ia mulai tergabung dalam timnas Portugal U21. Sukses untuk timnas U21, Helder Postiga kembali dipercaya untuk membela timnas senior Portugal. Helder Postiga pun tak pernah absen ketika Portugal menghadapi lawan penting, apalagi pada saat turnamen piala dunia.

Lagi-lagi kematangannya membuktikan bahwa Helder Postiga memang sebagai pemain yang berkualitas. Ia pun dikenal sebagai pemain yang gesit di lapangan. Kerja keras yang ia tunjukkan pada timnas Portugal, ia tunjukkan pula pada klub yang dibelanya saat ini. Helder Postiga masih memiliki posisi striker, dan untuk klub Lazio posisinya sebagai striker belum tergantikan. Meski untuk pemain sepak bola ukuran luar negeri, usia sangatlah diutamakan yang masih di bawah 30 tahun, namun Helder Postiga tetap memiliki kemampuan sebagai striker. Ia membuktikan bahwa dirinya tak termakan usia.

João Moutinho Pemain Andalan Timnas Portugal

João Moutinho Pemain Andalan Timnas Portugal

Pemain kelahiran Portugal ini memiliki sepak terjang yang baik di dunia sepak bola. Namanya mulai diperhitungkan apalagi untuk timnas di negaranya, timnas Portugal. Ia adalah Joao Moutinho seorang pemain gelandang yang bukan hanya sekadar pemain gelandang, namun seringkali menjadi pengatur serang. Joao Moutinho lahir pada tanggal 8 September 1986 dan berkewarganegaraan Portugal. Usianya yang telah 28 tahun membuat dirinya semakin matang dalam bermain sepak bola. Apalagi untuk bermain di timnas Portugal Moutinho telah mencicipi asam manis bermain untuk tim negaranya. Memang bermain sepak bola telah menjadi pilihannya sejak ia masih kecil. Berkat ketekunannya kini Joao Moutinho pernah bermain di berbagai klub profesional di Eropa.

Di klub barunya yang baru setahun lalu Joao Moutinho bersama dengan AS Monaco telah mampu berkontribusi dengan baik untuk tim asal Eropa ini. Joao Moutinho merupakan salah satu pemain dengan bursa transfer paling mahal yang didatangkan khusus untuk memperbaiki prestasi dari AS Monaco. Bersama klubnya ini Joao Moutinho akan bergabung ke Inter Milan sesuai kabar yang beredar, namun nyatanya kini Joao Moutinho telah berseragam AS Monaco. Tidak mudah memang membawa klub yang belum bersinar untuk dibangkitkan kembali dan agar mampu menciptakan prestasi. Namun Joao Moutinho dan kawan-kawan di AS Monaco berjuang untuk kebangkitan klub ini.

Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pelatih padanya, Joao Moutinho membuktikan dirinya pantas mendapat predikat transfer pemain mahal. Buktinya dalam pertandingan terakhir AS Monaco, Joao Moutinho membuktikan kehebatannya dengan menciptakan satu gol pada pertandingan AS Monaco melawan Caen. Meski awalnya pada pertandingan tersebut AS Monaco hampir saja dipermalukan oleh lawannya, namun Joao Moutinho menjadi pemain yang mampu menciptakan gol dan menyelamatkan AS Monaco dari kekalahan. Kemampuan Joao Moutinho bukan hanya sebagai gelandang atau pemain tengah. Karena terbukti, Joao Moutinho kerap kali mencetak gol dan menjadi pemain gelandang yang cukup produktif.

Bersama klub AS Monaco, Joao Moutinho dan kawan-kawannya berhasil membawa AS Monaco bertengger di posisi ke delapan. Hal ini tentu belum pencapaian akhir. Namun jika melihat kembali ke belakang, AS Monaco bukanlah tim yang masuk peringkat 10 besar. Perlahan-lahan dengan mendatangkan pemain kelas dunia seperti salah satu diantaranya Joao Moutinho, AS Monaco berhasil memperbaiki peringkat. Transfer pemain kelas dunia juga karena didukung oleh Dmitry Rybolovlev pemilik AS Monaco yang mau mengeluarkan uang banyak demi perbaikan klubnya. Alhasil berbagai pemain kelas dunia pun ia beli untuk menambah kekuatan AS Monaco. Saat ini Joao Moutinho menjadi pemain inti untuk klub AS Monaco. Ia seringkali tampi dan dipercaya sebagai starter dalam setiap pertandingan AS Monaco.

James Milner Pemain Gelandang dari Manchester City

James Milner Pemain Gelandang dari Manchester City

Menjadi pemain bola memang tak pernah terbayangkan bagi James Milner sebelumnya. Namun kiprahnya di dunia sepak bola tak perlu diragukan lagi. Pemain bernama lengkap James Philip Milner ini memulai karier sepak bolanya sejak ia berusia 10 tahun. Jadi berbicara mengenai skill, sudah tidak perlu diragukan lagi. James Milner tak pernah setengah-setengah dalam hal membela klub. Ia buktikan dengan kesungguhannya untuk dapat selalu menciptakan momen bagi timnya. Posisinya sebagai pemain gelandang, tak membuatnya menjadi pemain yang jarang menciptakan gol. Hal ini justru sebaliknya, James Milner sering berada pada posisi gelandang serang untuk timnya.

Pemain yang saat ini berusia 28 tahun tengah membela klub biru asal Inggris Manchester City. James Milner dipercaya tampil sebagai pemain gelandang sesuai keahliannya. Karena kemampuan kecepatan yang ia miliki, tak jarang James Milner sering menusuk ke jantung pertahanan lawan dengan membawa bola dan hendak mencetak gol. Sebagai pemain gelandang, ia termasuk salah satu pemain yang cukup produktif. Meski tinggi badannya hanya 175 cm, namun kecepatannya telah mampu ia buktikan sebagai pemain gelandang yang mampu berduel dengan pemain lawan. Bersama Manchester City sebisa mungkin ia selalu menampilkan penampilan terbaiknya bukan hanya untuk sang pelatih dan kawan-kawannya, namun juga bagi penggemar City. James Milner langsung mendapat perhatian dari para fans City berkat kemampuannya yang menonjol. Ia pun kini menjadi idola baru para fans Manchester City.

Kematangannya dalam bermain sepak bola telah ia tunjukan berkat kegigihannya untuk berusaha menjadi pemain profesional. Apalagi kecakapan yang ia miliki ketika berada di Manchester City diawali dari keseriusannya dalam menekuni dunia sepak bola. Terbukti James Milner pernah menjadi pemain termuda untuk tim sepak bola senior Leeds United. James Milner akan selalu menunjukkan performa terbaiknya kapan pun tim membutuhkannya. Tak heran, James Milner selalu menjadi pemain inti dalam setiap pertandingan Manchester City. Bersama City telah banyak prestasi yang telah ia sumbangkan. Diantaranya Manchester City berhasil meraih juara Liga Premier, FA Cup dan Community Shield.

Meski kemampuannya telah banyak diperbincangkan di kancah sepak bola internasional, tampaknya James Milner masih betah untuk mendiami klub Manchester City. Terhitung sejak tahun 2010 hingga saat ini James Milner masih setia berseragam biru muda. Tak heran, James Milner memiliki banyak penggemar di Manchester City. Meski awalnya ia hanya jatuh cinta pada klub sepak bola Leeds United yang sesuai dengan tempat tinggalnya, namun kini ia tak masalah jika harus berganti-ganti klub. Baginya memberikan seluruh kemampuan untuk klub yang dibelanya adalah hal yang utama. Dengan begitu ia pun akan selalu menjadi pemain incaran klub-klub besar Eropa lainnya.

João Moutinho Pemain Andalan Timnas Portugal

João Moutinho Pemain Andalan Timnas Portugal

Pemain kelahiran Portugal ini memiliki sepak terjang yang baik di dunia sepak bola. Namanya mulai diperhitungkan apalagi untuk timnas di negaranya, timnas Portugal. Ia adalah Joao Moutinho seorang pemain gelandang yang bukan hanya sekadar pemain gelandang, namun seringkali menjadi pengatur serang. Joao Moutinho lahir pada tanggal 8 September 1986 dan berkewarganegaraan Portugal. Usianya yang telah 28 tahun membuat dirinya semakin matang dalam bermain sepak bola. Apalagi untuk bermain di timnas Portugal Moutinho telah mencicipi asam manis bermain untuk tim negaranya. Memang bermain sepak bola telah menjadi pilihannya sejak ia masih kecil. Berkat ketekunannya kini Joao Moutinho pernah bermain di berbagai klub profesional di Eropa.

Di klub barunya yang baru setahun lalu Joao Moutinho bersama dengan AS Monaco telah mampu berkontribusi dengan baik untuk tim asal Eropa ini. Joao Moutinho merupakan salah satu pemain dengan bursa transfer paling mahal yang didatangkan khusus untuk memperbaiki prestasi dari AS Monaco. Bersama klubnya ini Joao Moutinho akan bergabung ke Inter Milan sesuai kabar yang beredar, namun nyatanya kini Joao Moutinho telah berseragam AS Monaco. Tidak mudah memang membawa klub yang belum bersinar untuk dibangkitkan kembali dan agar mampu menciptakan prestasi. Namun Joao Moutinho dan kawan-kawan di AS Monaco berjuang untuk kebangkitan klub ini.

Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pelatih padanya, Joao Moutinho membuktikan dirinya pantas mendapat predikat transfer pemain mahal. Buktinya dalam pertandingan terakhir AS Monaco, Joao Moutinho membuktikan kehebatannya dengan menciptakan satu gol pada pertandingan AS Monaco melawan Caen. Meski awalnya pada pertandingan tersebut AS Monaco hampir saja dipermalukan oleh lawannya, namun Joao Moutinho menjadi pemain yang mampu menciptakan gol dan menyelamatkan AS Monaco dari kekalahan. Kemampuan Joao Moutinho bukan hanya sebagai gelandang atau pemain tengah. Karena terbukti, Joao Moutinho kerap kali mencetak gol dan menjadi pemain gelandang yang cukup produktif.

Bersama klub AS Monaco, Joao Moutinho dan kawan-kawannya berhasil membawa AS Monaco bertengger di posisi ke delapan. Hal ini tentu belum pencapaian akhir. Namun jika melihat kembali ke belakang, AS Monaco bukanlah tim yang masuk peringkat 10 besar. Perlahan-lahan dengan mendatangkan pemain kelas dunia seperti salah satu diantaranya Joao Moutinho, AS Monaco berhasil memperbaiki peringkat. Transfer pemain kelas dunia juga karena didukung oleh Dmitry Rybolovlev pemilik AS Monaco yang mau mengeluarkan uang banyak demi perbaikan klubnya. Alhasil berbagai pemain kelas dunia pun ia beli untuk menambah kekuatan AS Monaco. Saat ini Joao Moutinho menjadi pemain inti untuk klub AS Monaco. Ia seringkali tampi dan dipercaya sebagai starter dalam setiap pertandingan AS Monaco.

Karir Pemain AS Roma, Kevin Strootman

Kevin Strootman, merupakan salah satu pemain andalan tim sepak bola AS Roma. Pemain yang berasal dari Kortehoef, Belanda ini bermain sebagai gelandang. Pemain muda ini memulai karirnya sebagai pemain sepak bola profesional pada tahun 2008 bersama Sparta Rotterdam. Pemain bernomor punggung enam ini ketika bermain bersama Sparta Rotterdam ikut bertanding sebanyak 72 pertandingan dengan mencetak 8 gol perdananya. Kemudian pada tahun 2011 Kevin Strootman bergabung bersama Utrecht untuk setengah musin 2010-2011 dan mengikuti 14 laga dengan 2 gol yang dihasilkan. Pada tahun 2011 hingga 2013, Kevin Strootman bergabung bersama tim PSV. Bersama dengan PSV, Kevin Strootman ikut bertanding sebanyak 62 laga dan hanya bisa mencetak 8 gol.

Dan setelah selesai kontraknya dengan PSV, Kevin Strootman pindah ke tim AS Roma. Selain ikut membela tim sepak bola tersebut, Kevin Strootman juga direkrut sebagai salah satu pemain di tim nasional Belanda sejak tahun 2007. Pemain gelandang ini dalam 25 pertandingan bersama AS Roma telah mencetak total 3 gol. Pria berkelahiran di Belanda pada tanggal 13 Februari 1990 ini beberapa kali telah ikut andil memenangkan beberapa pertandingan AS Roma melawan tim sepak bola lainnya, seperti MLS All Stars di Kansas dengan hasil akhir 3-1 untuk AS Roma. Ketika laga Serie A, Kevin Strootman juga ikut memberikan gol kemenangan ketika melawan Parma.

Namun pada bulan Maret lalu, Kevin Strootman mendapat cidera lutut ketika bertanding melawan Napoli di ajang bergengsi FIFA World Cup 2014. Berkat adanya Kevin Strootman di AS Roma sebagai salah satu gelandang penyerang, AS Roma mendapatkan posisi kedua di ajang Serie A untuk musim 2013-2014. Laga terakhir yang diikuti AS Roma adalah Liga Champions pda tanggal 26 November kemarin ketika AS Roma bertanding melawan CSKA dengan hasil seimbang. Dan laga berikutnya yang akan dihadapi Kevin Strootman bersama AS Roma adalah laga di Serie A Italia pada awal bulan Desember ini melawan Inter Milan.

Setelah cidera yang menahan salah satu gelandang AS Roma untuk tidak ikut tampil bermain di beberapa liga ini kembali membela AS Roma walaupun belum terlalu maksimal karena baru sembuh dari cidera dan sang pelatih AS Roma juga tidak ingin mengambil resiko. Walaupun begitu Kevin Strootman mengaku sangat senang karena telah bisa kembali bermain dan juga mendapatkan banyak sekali dukungan dari para fans. Cidera yang diderita oleh Kevin Strootman memang cukup parah yang didapatkan dari pertandingan AS Roma melawan Torino dan mengharuskan gelandang AS Roma ini beristirahat selama 8 bulan dan bahkan tidak bisa ikut bermain di FIFA World Cup kemarin.

Karir Pemain Asli AS Roma, Daniele De Rossi

Daniele De Rossi

Daniele De Rossi atau sering kita sebut De Rossi merupakan seorang pemain sepak bola, tepatnya berada di posisi gelandang tengah. Pemain yang lahir di Roma pada tanggal 24 Juli 1983 ini merupakan seorang pemain yang patut diperhitungkan. Anak dari pelatih AS Roma, Alberto De Rossi ini merupakan pemain asli dari AS Roma. Semenjak pertama kali menjadi pemain profesional, De Rossi ini sudah menjadi pemain AS Roma. Pemain sepak bola yang berumur 31 tahun ini memulai debutnya menjadi seorang pemain profesional ketika ia pertama kali mengikuti liga Serie A pada tahun 2003 silam.

De Rossi ini merupakan salah satu pemain di tim nasional Italia yang pernah membawa Italia menjadi juara dunia FIFA World Cup pada tahun 2006 lalu. Selain itu, De Rossi juga telah berhasil membawa tim nasional Italia ke dalam kejuaraan Europe Cup pada tahun 2012.pemain bernomor punggung 16 ini mengawali karirnya pada tahun 2001 di tim nasional Italia dan AS Roma. Ketika bermain di tim nasional Italia tahun 2001, De Rossi telah tampil sebanyak 3 kali dengan menghasilkan 2 gol selama mengikuti pertandingan. Selama bertanding bersama AS Roma, De Rossi telah ikut bertanding sebanyak 350-an pertandingan. Karir De Rossi selama bermain di AS Roma maupun tim nasional Italia memang cukup membanggakan. Pada tahun 2004, De Rossi dan kawan-kawan berhasil meraih medali perunggu di ajang Athens Olympics. Kemudian di tahun 2004 De Rossi dan tim yang dibelanya memenangkan juara satu di ajang European Football Championship UEFA U-21 di Jerman.

Dan pada tahun 2006 juga berhasil memenangkan peringkat pertama di ajang FIFA World Cup yang diselenggarakan di Jerman. Lalu pada tahun 2012 di ajang UEFA, De Rossi dan timnya hanya berhasil memenangkan tempat kedua. Dan pada pertandingan FIFA Federations Cup yang diselenggarakan di Brazil pada tahun 2013 kemarin, De Rossi dan tim memenangkan peringkat ketiga. Pada FIFA World Cup 2014 De Rossi juga ikut bertanding melawan Costa Rica, namun De Rossi harus bermain setengah permainan saja karena De Rossi mendapatkan cidera.

Walaupun banyak cerita kesuksesannya, ternyata terdapat cerita kelam yang cukup memalukan bagi pemain maupun penggemar, yaitu diskorsnya De Rossi selama tiga laga di pertandingan Seri A. Pemberian skors untuk De Rossi ini dikarenakan ketika AS Roma bertanding melawan Inter Milan, De Rossi didapati memukul salah satu pemain Inter, Mauro Icardi. Pernyataan skors ini langsung dikeluarkan oleh Komisi Disiplin dari Seri A. Hal ini juga dikarenakan wasit tidak melihat kejadian pemukulan De Rossi. Walaupun begitu, De Rossi akan tetap bermain membela AS Roma setelah selesai menyelesaikan hukuman yang diberikan oleh Komisi Disiplin.