Van Gaal Yakin De Gea akan Bertahan di Manchester United

Van aGaal Yakin De Gea akan Bertahan di Manchester United

Namun pelatih Louis Van Gaal tak bisa menyangkal bahwa memang ada pemain yang berpotensi meninggalkan klub ini, dan pembicaraan akan dilakukan setelah pertandingan melawan Hull city.

David De Gea memang sedang gencar diisukan akan merapat ke Santiago bernabeu pada bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini terkait dengan ketertarikan Real Madrid terhadap penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut menyusul kegemilangannya di bawah mistar gawang Manchester United sejak awal musim. Apalagi, De Gea adalah mantan penggawa Atletico Madrid, tentu saja tak butuh waktu lama bagi sang pemain untuk beradaptasi dengan la Liga Spanyol, terlebih kota Madrid sendiri yang merupakan kampung halamannya.

Berbagai spekulasi tentang kepindahan sang pemain telah terdengar sejauh ini, namun pelatih Manchester United, Louis Van Gaal meyakini bahwa sang pemain akan tetap bertahan di Old Trafford musim depan, meskipun ia tak memungkiri akan ada pemain yang bakal pergi dari Tim pada kesempatan transfer musim panas mendatang.

“Saya pribadi masih yakin David De Gea akan bertahan di sini. Dia tetap berlatih hari ini, namun hanya bersama pelatih kiper kami. Dia masih mempunyai masalah, jadi saya harus menunggu satu hari lagi karena dia ingin bermain melawan Hull City”

“Tentu saja saya harus berbicara dengan para pemain kami besok, karena kami memiliki cara perpisahan sebelum liburan musim panas. Saya juga harus berbicara dengan beberapa pemain pada pekan ini (Setelah laga pamungkas melawan Hull City). Anda harus menantikan dan melihat bagiamana pembicaraan soal pemain yang pergi atau bertahan ini berkembang nantinya” Ujar Van Gaal kepada Sky Sports.

Roy Hodgson Angkat Bicara Soal Raheem Sterling

Roy Hodgson Angkat Bicara Soal Raheem Sterling

Taktikal Tim Nasional Inggris itu juga mewanti-wanti kepada Raheem Sterling agar tidak kehialngan performa terbaiknya di atas lapangan, meski bermain bagi tim manapun.

Situasi yang dialami Raheem Sterling di Liverpool memang terbilang cukup pelik, pernyataan nya beberapa waktu lalu yang secara tegas menolak perpanjangan kontrak dari Tim Marseyside mengundang banyak sekali kritik, dimana kebanyakan berasal para legenda Liverpool. Sterling yang merupakan produk akademi Liverpool menolak perpanjangan kontrak dari Kubu The Reds, padahal dalam kontrak itu terdapat peningkatan gaji tiga kali lipat dari jumlah gaji sebelumnya. Terkait hal inilah, pelatih Timnas Inggris, Roy Hodgson ikut angkat bicara.

“Saya sangat percaya akan kemampuan Sterling, dia adalah pemain muda yang penting untuk Inggris. Tapi, saya akan merasa kecewa jika dia gagal mempertahankan performa bagus dan tidak meningkatkan kemampuannya”

“Dan saya menaruh simpati kepada para pemain yang harus hidup dibawah sorotan tajam media, terkadang itu karena ulahnya sendiri, tapi tidak jarang juga karena dibuat oleh orang lain, tapi bagaimanapun itu mereka harus tetap menghadapinya”

“Saya mengkhawatirkan para pemain muda, karena mereka begitu cepat menjadi pemain bintang dan belakangan ini status itu tidak bertahan cukup lama. Terkadang mereka dicap bintang hanya karena bermain bagus di beberapa pertandingan liga primer”

“Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa sedang berhadapan dengan pemain yang sangat muda, dari yang saya ketahui tentang sosok Raheem, dia bisa memilah masalah” Ujar Hodgson.

Rafael Benitez Akan Senang Jika Ditunjuk Tangani Real Madrid

Rafael Benitez Akan Senang Jika Ditunjuk Tangani Real Madrid

Pernah menjadi tim akademi Real madrid Castilla, menangani tim Real Madrid B, dan juga berasal dari Madrid adalah alasan yang logis bagi Rafael Benitez untuk bersedia menerima tawaran Los Blancos.

Seperti diketahui, belakangan ini muncul spekulasi yang menyebutkan bahwa Real Madrid tengah mempersiapkan rencana untuk mendepak pelatih mereka, carlo Ancelotti menyusul Nirgelar yang dialami Los Blancos musim ini. Kabar tersebut secara otomatis memunculkan rumor lainnya tentang sejumlah nama yang diyakini bakal menjadi suksesor atau pengganti Don Carletto di kursi kepelatihan Los Blancos. Sejauh ini, sudah ada banyak nama pelatih yang dikaitkan dengan rumor ini, termasuk Rafael Benitez.

Ya, Arsitek SSC Napoli itu dikabarkan menjadi pertimbangan besar Los Blancos untuk gantikan Ancelotti, menyusul fakta bahwa Rafa adalah salah satu pelatih handal asal Spanyol. Hal ini sempat didengar agen transfer eks Pelatih Liverpool itu, dia juga menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada tawaran nyata dari pihak Real Madrid. Namun, menurut sang agen, klien nya akan sangat senang jika ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid.

“Rafa dulu adalah pemain Real Madrid Castilla, dia juga berasal dari Kota Madrid, dan dulu pernah menangani Real Madrid B, jadi saya merasa ragu akan ada yang merasa tak senang dengan sejarah tersebut”

“Saya memang tidak ada di dalam kepalanya, namun saya rasa dia akan merasa sangat sneang melatih Real Madrid suatu hari nanti. Tapi sampai saat ini belum ada yang kongkret, jadi sampai sekarang semua hanya rumor” Ujar Manuel Garcia Quilon sebagai Agen Transfer Benitez.

Pep Guardiola Akui Sulit raih Treble Winner tiap Musim

Pep Guardiola Akui Sulit raih Treble Winner tiap Musim

Jika Bayern Munich memang mencari sosok pelatih yang bisa mempersembahkan treble winner di tiap musimnya, maka Pep akan mundur dari jabatan nya sekarang juga.

Peramu Taktik asal Spanyol, Bayern Munich, merasa gerah dengan kritik yang belakangan ini menghujaninya terkait kegagalan Bayern Munich bersaing di dua kompetisi major selain Bundesliga jerman, antara lain DFB-Pokal dan Liga Champions Eropa. Sebagaimana diketahui, juara bertahan Bundesliga itu memang gugur di kedua kompetisi tersebut, gugurnya pun sama-sama di babak semifinal. Di DFB-Pokal oleh Borussia Dortmund, sedangkan di Liga Champions, oleh barcelona.

Berbeda dengan musim lalu, dimana Pep sukses mempersembahkan titel juara Bundesliga dan DFB-Pokal, namun musim ini hanya satu gelar saja yang diraih Die Roten. Fakta itu juga membawa pep masih belum bisa menyamai torehan pendahulunya, Jupp Heynckess yang berhasil mempersembahkan treble winner di tahun 2013 kepada Bayern. Kepada FourFourTwo, Pep mengecam para pengkritik yang selalu berbicara tentang kegagalan treble winner.

“Orang-orang di Jerman terlalu banyak berbicara, seharusnya mereka lebih menghargai klub yang berhasil menjadi juara di Jerman. Saya sudah belajar akan fakta bahwa orang-orang di sini terlalu banyak berbicara, saran saya adalah agar mereka tetap tenang. Jika Bayern Munich memang mencari sosok pelatih yang bisa memenangkan treble Winner di tiap musimnya, maka saya bukan orang yang tepat, saya tak cukup mampu untuk itu” Ujar Pep kepada FourFourTwo.

La Nyalla Kirim Surat Terbuka Untuk Menpora Imam Nahrawi

La Nyalla Kirim Surat Terbuka Untuk Menpora Imam Nahrawi

Dalam surat terbuka itu, La Nyalla Mahmud Mattalitti menyinggung beberapa masalah seperti tudingan pengaturan skor, sarang mafia, juga Persebaya dan Arema yang sempat dilarang berkompetisi.

Kisruh sepakbola Nasional memang tiada henti-hentinya sampai saat ini, PSSI dan Kemenpora juga BOPI tak mampu duduk bersama untuk menyelesaikan konflik Sepakbola Tanah air yang bisa berujung pada sanksi Banned dari FIFA, karena induk sepakbola Dunia itu memberikan batas maksimal sampai tanggal 29 Mei mendatang, tinggal beberapa hari lagi. Merasa terdesak, Presiden PSSI yang baru, La Nyalla Mahmud Mattaliti mengirimkan surat terbuka kepada Menpora Imam Nahrawi agar lekas mencabut surat pembekuan PSSI.

Dalam salah satu paragraf yang ia tuliskan di Surat terbuka itu, La Nyalla Mahmud mengatakan, “Saya jadi bertanya, kejahatan luar biasa apa yang sudah saya lakukan sebagai Presiden PSSI? Sampai-sampai PSSI diperlakukan seolah organisasi terlarang yang harus dibinasakan dari bumi pertiwi ini?” Tulis La Nyalla.

Tidak hanya itu, La Nyalla juga berbicara tentang apa yang sudah dia lakukan selama ini untuk sepakbola Nasional, dimana sebelum menjabat sebagai Presiden PSSI yang baru, dia menjabat sebagai Badan Tim Nasional, melakukan beberapa pembenahan di berbagai sektor tim nasional, dan pembinaan pemain muda. Berkatnya juga Timnas tidak bergantung pada Dana APBN karena adanya dana yang besar dari Sponsor.

La Nyalla juga membahas tentang tidak adanya Rekomendasi BOPI terkait Persebaya dan Arema Cronus untuk mengikuti kompetisi, juga menyusul tudingan Mafia match fixing, pengaturan skor di tubuh PSSI yang hingga kini belum terbukti.

David De Gea Terpilih Jadi Pemain Terbaik Manchester United 2014-15

David De Gea Terpilih Jadi Pemain Terbaik Manchester United 2014-15

Kerap menjadi penyelamat dalam sejumlah laga krusial Manchester United di sepanjang kampanye musim 2014/15, De Gea terpilih menjadi pemain terbaik raksasa Liga Primer Inggris tersebut untuk periode musim 2014/15.

David De Gea Quintana, penjaga gawang 23 tahun asal Spanyol ini akhirnya terpilih sebagai pemain terbaik Manchester United untuk edisi musim 2014/15. Tentu saja, penghargaan yang diberikan tak terlepas dari performa apiknya dibawah mistar gawang Setan Merah sepanjang kampanye musim 2014/15 ini, karena seperti diketahui, De Gea telah melakukan sejumlah penyelamatan gemilang nan krusial yang membuat United meraih poin penting. Hasilnya terlihat jelas, mereka hampir pasti berlaga di ajang Liga Champions Eropa musim depan.

Berdasarkan statistik yang dirilis oleh OptaJoe, David De Gea telah mencatatkan penampilan yang impressif sepanjang musim ini. Dari total 37 penampilan yang ia lakoni, Eks Atletico Madrid tersebut hanya kebobolan 36 gol, mencatatkan 10 Cleansheet, dengan total Jumlah penyelamatan sebanyak 93, dan rataan penyelamatan nya adalah 72,1.

Olegunar Solskjaer sempat melayangkan pujian kepada penjaga gawang yang pernah dinilai memiliki postur tubuh kurang mumpuni ini.

“Saya sudah sering menyaksikan performa gemilang dari seorang penjaga gawang yang satu tim dengan saya, misalnya saja Schmeichel, kemudian Van Der Sar. Namun, hari ini saya melihat performa terbaik yang pernah saya lihat di Old Trafford”

“De Gea melakukan penyelamatan yang sangat banyak, setidaknya ada enam peluang yang seharusnya dikonversi lawan menjadi gol. Dia benar-benar kiper yang luar biasa, mengingatkan saya pada sosok David Seaman, dan mampu membua lawan sangat kesulitan dalam membobol gawangnya” Ujar Legenda Manchester United itu.

Barcelona Jadi Juara La Liga Primera Spanyol Musim 2014-15

Barcelona Jadi Juara La Liga Primera Spanyol Musim 2014-15

Lionel Messi kembali muncul sebagai pahlawan Los Cules, berkat gol semata wayangnya di menit ke-65 di Vicente Calderon, Barcelona berhasil merengkuh trofi Juara La Liga Spanyol musim ini.

Layaknya drama balas dendam, jika musim lalu Camp Nou menjadi tempat bagi Atletico Madrid untuk memastikan titel juara La Liga, maka musim ini giliran Barcelona pastikan Estadio Vicente Calderon menjadi tempat bagi mereka untuk merayakan trofi Juara La Liga. Ya, Los Blaugrana berhasil memenangkan pertandingan krusial di Estadio Vicente Calderon melawan Atletico Madrid pada Senin dinihari (18/05), berkat gol tunggal yang diciptakan Lionel Messi pada menit ke-65, Blaugrana berhak atas trofi Juara La Liga Primera Spanyol musim ini.

Pertandingan yang berlangsung 2×45 menit itu berlangsung sangat ketat, dimana Atletico Madrid kerap memberikan ancaman yang berbahaya, namun lini pertahanan Barca plus hebatnya claudio Bravo di bawah mistar gawang membuat serangan Tuan Rumah terlihat bagai pisau tumpul.

Barcapun demikian, namun mereka memang benar-benar memiliki sosok pembeda yang ada dalam diri Lionel Messi, melakukan umpan satu-dua dengan Pedro dalam kotak penalti, Messi yang dikawal empat penggawa Atletico Madrid berhasil menemukan celah untuk menaklukan Jan Oblak di menit ke-65. Gol! Barcelona memimpin hingga akhir lagi meskipun sempat terjadi kericuhan antar pemain akibat aksi provokasi Neymar.

Dengan hasil itu, Barca unggul empat poin atas rival dekat mereka, Real Madrid yang di saat bersamaan sukses menang atas Espanyol dengan skor 1-4. Sisa satu pertandingan lagi membuat Real Madrid tak mampu merebut trofi Juara.

Dukungan Pemain Madrid untuk Ancelotti

Dukungan Pemain Madrid untuk Ancelotti

Setelah gagal membawa Real Madrid menuju ke partai puncak Liga Champion, nasib Carlo Ancelotti mulai dipertanyakan banyak kalangan. Usai kegagalan Real Madrid di semi final Liga tertinggi di benua Eropa tersebut, besar kemungkinan Los Blancos untuk puasa gelar musim ini. Tim asal ibu kota Spanyol tersebut kalah agregat dari tim asal Italia, Juventus, dan mengakhiri kompetisi Liga Champion musim ini setelah musim lalu mampu membawa pulang trofi Liga Champion ke Santiago Bernabue. Sebelumnya El Real takluk di kandang Juventus dengan skor 1-2 dan di pertandingan leg kedua yang diselenggarakan di Santiago Bernabue, mereka harus puas dengan skor imbang 1-1 yang memastikan tersingkirnya mereka dari kompetisi paling bergengsi yang mempertemukan klub-klub terbaik di Eropa tersebut.

Kemudian kemungkinan untuk mendapatkan gelar La Liga musim ini juga sangat tipis, karena sang rival, Barcelona, hanya butuh satu kemenangan untuk memastikan memboyong trofi La Liga musim ini. Saat ini Madrid telah tertinggal 4 poin dari Barca yang menempati peringkat pertama klasemen sementara dengan poin 90. Sedangkan untuk trofi Copa del Rey, Madrid sudah pasti tidak ada harapan lagi setelah tersingkir bahkan sejak 16 besar. Karena itulah, kans Madrid untuk mendapatkan trofi musim ini seperti hanya sebuah angan-angan belaka. Dan bagaimana dengan spekulasi masa depan Don Carlo setelah kegagalan Madrid musim ini?

Salah satu pemain tengah Real Madrid, Toni Kroos pun angkat bicara mengenai spekulasi dari pelatih asal Italia tersebut. Pemain yang diberi julukan The Sniper atau Si Penembak Jitu tersebut memberikan dukungan positif pada Carlo Ancelotti. Menurutnya, Ancelotti adalah pelatih yang hebat dan dia sangat senang bekerjasama dengannya. Namun tentu saja, keputusan apa yang akan terjadi di masa depan, menurutnya bukanlah keputusannya. Kemudian menurutnya tentang kegagalan Real Madrid dalam melawan Juventus baru-baru ini dikarenakan oleh penyelesaian akhir dari El Real yang tidak begitu baik. Menurutnya, mereka telah mampu menciptakan banyak peluang seperti umpan silang di area penalti yang akhirnya tak dapat memberikan gol tambahan karena kurangnya penyelesaian akhir.

Menurutnya, banyak peluang bagus terutama di babak pertama yang selalu mereka lewatkan. Akhirnya mereka tak bisa mengoyak jala lawan untuk kedua kalinya dan harus menelan kegagalan dan tersingkir dari Liga Champion musim ini. Dan karena kegagalan itu lah, pelatih yang saat ini melatih Real Madrid sedang banyak diperbincangkan masa depannya, khususnya perbincangan tentang pemecatan dirinya setelah kemungkinan besar gagal untuk menyumbangkan satu pun gelar untuk Los Blancos. Apakah Ancelotti akan tetap bertahan di Madrid? Ataukah dia akan hengkang dari Madrid musim ini? Bagaimanakah nasib Carlo Ancelotti selanjutnya? Kita tunggu saja perkembangannya.

Rossoneri Resmi Melepas Robinho

Rossoneri Resmi Melepas Robinho

Dipastikan akan berstatus bebas transfer di pertengahan tahun ini, Robinho semakin dekat untuk kembali menjadi pemain Santos secara permanen. Robinho memang disebut-sebut ingin sepenuhnya bermain untuk tim asal Brasil, Santos, setelah tidak lagi dibutuhkan kontribusinya oleh sang pelatih Rossoneri, Fillipo Inzaghi. Saat ini pemain dengan nama asli Robson de Souza ini berstatus pemain pinjaman di Santos dan telah mengemas 12 gol si setiap kompetisi yang diikutinya. Dengan penampilan yang cukup memuaskan tersebut, pihak Santos pun berniat untuk memulangkan mantan pemain Manchester City dan Real Madrid ini secara permanen. Akan tetapi dengan sisa kontrak Robinho yang masih berlaku sampai 30 Juni 2016 tersebut, rasanya berat bagi Santos untuk memulangkan Robinho.

Namun, angin segar datang kepada Santos setelah Milan resmi memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan Robinho di akhir musim ini tepatnya pada 30 Juni 2015 atau tepat setahun sebelum kontrak pemain asal Brasil itu berakhir seharusnya. Dengan ini, Robinho dipastikan akan berstatus bebas transfer di bursa transfer mendatang dan dapat bergabung dengan tim yang sebelumnya telah membesarkan namanya tersebut. Awalnya pemain berusia 31 tahun tersebut memang mengawali karirnya bersama Santos sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid dan kemudian Manchestes City. Namun, pada saat bermain untuk City, dia juga sempat dipinjamkan ke Santos sampai akhirnya dia hengkang ke Rossoneri dan kembali dipinjamkan ke Santos pada Agustus 2014.

Didatangkan oleh Rossoneri pada musim 2010/2011 dari klub asal Manchester yang terkenal dengan julukannya The Citizens, Robinho bukanlah tanpa kontribusi bagi AC Milan. Dengan 144 penampilannya bersama Rossoneri, dia telah berhasil mencetak 32 gol dan turut serta mengangkat trofi Serie A pada musim pertamanya bersama tim asal Milan tersebut. Namun, meskipun demikian, AC Milan telah resmi mengakhiri kontrak mereka dengan salah satu bintang kenamaan Brasil tersebut dan dengan demikian mulai 1 Juli tahun ini, Robinho telah resmi bukan milik tim manapun.

Setelah resmi melepas Robinho yang masih memiliki kontrak satu tahun bersamanya, dalam situs resminya AC Milan telah berterimakasih atas kontribusi pemain asal Brasil tersebut selama menjadi bagian dari Rossoneri. Menurut pernyataan resmi mereka, Robinho telah memberikan penampilan terbaiknya terutama dalam hal mencetak gol sebagai pemain penyerang. Mereka juga mengucapkan salam perpisahan kepada Robinho yang sebenarnya secara tidak langsung sudah berpisah dengan AC Milan selama dipinjamkan ke Santos. Dan tentunya saat ini, tim yang bermarkas di Vila Belmiro ini tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memboyong Robinho kembali ke Santos. AC Milan kemudian disebut-sebut mengakiri kontrak Robinho karena mereka berencana untuk meminang salah satu pemain potensial dari Santos yaitu Gabigol.

Marchisio Menetapkan Fokus pada Coppa Italia

Marchisio Menetapkan Fokus pada Coppa Italia

Penetapan fokus Marchisio pada Coppa Italia merupakan sesuatu yang masuk akal. Setiap pertandingan membutuhkan perhatian dan usaha yang berbeda. Tidak akan ada gunanya bila pemain dibiarkan teralihkan dengan pertandingan Liga Champions sementara pertandingan final Coppa Italia akan berlangsung pada 20 Mei. Ini adalah keputusan bijak yang perlu disalurkan pada setiap pemain karena Marchisio memang berencana untuk mengungguli kedua ajang tersebut. Selisih agregat membuat Juventus melanjutkan perjuangannya menuju akhir Liga Champions melawan Barcelona. Perjuangan ini tidak akan mudah dan membutuhkan usaha ekstra. Pertandingan untuk final Liga Champions akan berlangsung pada tanggal 6 Juni. Pertandingan Juve sebelumnya dengan Real Madrid memberikan hasil 1-1. Pertandingan ini dilaksanakan di kandang Madrid sehingga usaha yang dibutuhkan pada saat itu cukup besar.

Juve akan menghadapi Lazio di Copa Italia. Pertandingan yang akan terjadi dalam beberapa hari lagi membuat ketegangan tersendiri pada setiap orang yang menyaksikan. Pertandingan ini pada awalnya akan berlangsung pada tanggal 7 Juni di Stadio Olimpico. Sayangnya perubahan harus dilakukan karena Juve berhasil meraih jadwal pertandingan tambahan dengan menahan imbang Real Madrid 1-1. Pertandingan final Liga Champions ini akan dilaksanakan di Berlin. Pergeseran tanggal pertandingan ini bukanlah merupakan sesuatu yang menguntungkan untuk Lazio. Pergeseran tanggal tersebut akan membuat Lazio terpaksa harus menyiapkan diri untuk dua pertandingan sekaligus karena 4 hari setelah final melawan Juventus Lazio harus menghadapi Roma untuk memperebutkan posisi kedua.

Kontingen yang akan diangkut ke San Siro tidak akan penuh. Akan ada beberapa pemain yang ditinggalkan. Martin Caceres tentu saja termasuk ke dalam sejumlah pemain tersebut karena cidera yang dialaminya masih jauh dari penyembuhan total. Keputusan untuk meninggalkan Caceres mendorong Allegri untuk meninggalkan beberapa pemain lainnya. Pemain yang dinyatakan akan ditinggalkan adalah Carlos Tevez, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, Patrice Evra and Arturo Vidal. Allegri adalah satu-satunya orang dalam Juventus yang memiliki fokus terpecah pada saat ini. Dia memang telah merencanakan persiapan tersendiri untuk menghadapi Barcelona pada final Liga Champions. Dia menyatakan latihan dan istirahat harus dilakukan dalam porsi yang tepat. Kedua hal tersebut sama pentingnya karena mereka akan menghadapi dua pemain top dalam waktu yang berdekatan.

Fokus untuk sementara akan dipusatkan pada tiga hal yaitu Inter, Coppa Italia and Napoli. Ini merupakan situasi yang berat untuk setiap orang yang terlibat dalam Juventus. Sebuah persiapan yang matang dan kemampuan untuk menenangkan diri dibutuhkan. Kepemimpinan yang baik tentu saja sangat menentukan keberhasilan Juventus dalam setiap pertandingan tersebut. Allegri tidak ingin pemain Juventus tidak bisa mengendalikan diri dan menjaga ketenangan dalam pertandingan Liga Champions. Hal tersebut adalah sesuatu yang penting karena itu akan menentukan peluang kemenangan tim.