Tata Martino Turut Komentari Penalti Gagal Messi

Mantan Pelatih FC Barcelona yang saat ini menangani Tim Nasional Argentina, turut mengomentari kegagalan penalti Lionel Messi di masa Injury Time babak kedua leg pertama 16 Besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City di Etihad Stadium.

Seperti yang kita tahu, Messi yang dijatuhkan oleh Martin Demichelis berhasil membuat wasit menunjuk titik putih penalti. Joe Hart menjadi pahlawan dalam kesempatan ini dengan menebak tepat arah sepakan La Pulga. Messi sebenarnya sempat menyambar bola muntah, tapi bola justru melebar dari gawang Kiper timnas Inggris tersebut.

Menurut tata Martino, Messi akan sangat marah jika mendapati momen seperti ini. Dia juga menambahkan, andai sambaran bola muntah yang dilakukan Messi masuk ke gawang, wasit akan menganulirnya karena waktu pertandingan yang sejatinya telah berakhir.

“Saya sendiri bisa membayangkan bagaimana kemarahannya, saya juga merasa wasit tidak akan mengeizinkan andai bola Rebound berhasil masuk ke gawang karena waktu pertandingan yang telah berakhir”

“Messi tampil luar biasa di tahun 2015 ini, untuk menjelaskan apa yang terjadi tanpa berada di ruang ganti merupakan hal yang sangat sulit”

“Sekarang, dia berhasil mendapatkan bola, bersaing, mencetak gol, terlibat,dan membantu semuanya. Barcelona berhasil memenangkannya dengan bagus, mereka bermain hebat di paruh pertama dan punya bekal untuk leg kedua nanti” Papar Martino kepada Depor TV.

Tugas Barcelona di leg kedua adalah meraih kemenangan, atau setidaknya hasil imbang saja sudah cukup untuk meloloskan mereka ke babak perempat final Liga Champions.

Vincent Kompany Acuhkan Kritik dari Fans

Masih soal hasil akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa antara Manchester City melawan Barcelona yang berlangsung tengah pekan kemarin. Laga bertajuk Big Match di Etihad Stadium itu berakhir dengan kedudukan 1-2, kemenangan Los Catalan, jelas hasil ini memberi kekecewaan di hati para pemain, pelatih, juga para fans Manchester City. Yang jadi bintang dalam pertandingan ini adalah Luis Suarez, eks penyerang Liverpool itu mampu mencetak sepasang gol yang membuat Barca keluar sebagai pemenangnya.

Suarez tampil gemilang dalam pertandingan tersebut, namun fans Manchester City seolah tak mau tahu dan banyak dari mereka yang melayangkan kritik kepada Kapten tim, Vincent Kompany. Secara taktik, defender asal Belgia itu memang ditugaskan untuk Me-Mark Up Luis Suarez sepanjang pertandingan, tapi dia kegagalannya ditandai dengan dua gol yang dicetak el Pistolero.

Bahkan, ketika terjadinya proses gol pertama, Vincent Kompany gagal memblokir umpan silang dari Lionel Messi sebelum akhirnya diteruskan Suarez untuk menjadi gol.

Namun, Kompany sendiri enggan disalahkan atas kekalahan tersebut, dan dia memilih untuk tidak menghiraukan kritik demi kritik yang dilayangkan kepadanya.

“Ketika hasilnya adalah kemenangan, semua orang akan mengatakan bahwa saya tampil bagus, tapi ketika hasil yang kami raih tak sesuai dengan ekspektasi, maka orang-orang akan menunduh ada beberapa pemain yang tampil buruk”

“Semua ini sudah menjadi bagian dari pertandingan dan saya sendiri tak merasa terganggu akan hal tersebut. Media tentu memiliki pendapat sendiri terkait hal ini, akan tetapi bagi saya, hal itu tidak pantas dihiraukan” Tegasnya kepada The Guardian.

Tyler Blackett Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester United

Manchester United menepis semua kabar yang menyebut bahwa pihak mereka akan melepas lima penggawa muda pada kesempatan transfer di musim panas mendatang. Buktinya, Tyler Blackett yang masuk dalam daftar lima pemain muda tersebut baru saja resmi meneken perpanjangan kontak yang disodorkan Manchester United. Ya, Defender berusia 20 tahun tersebut resmi memperpanjang masa baktinya di Old Trafford, setidaknya sampai Juni 2017 mendatang.

Perpanjangan kontrak ini disodorkan kubu Setan Merah pada Kamis Pagi, (26/02) waktu setempat. Sang pemain sendiri keada situs resmi Manchester United mengaku sangat senang karena telah memperpanjang durasi kontraknya di Old Trafford. Blackett juga berambisi untuk terus berkembang bersama dengan Skuat Setan Merah dari pertandingan ke pertandingan.

“Saya sangat senang karena telah memperpanjang masa kontrak saya. Saya sudah menjadi fans Manchester United sejak masih kecil dan sepanjang hidup saya. Saya sudah berada di klub ini sejak masih berusia delapan tahun”

“Untuk menembus tim utama dari tim akademi dan menjalani laga debut saya musim ini merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya ingin terus mengalami perkembangan bersama dengan tim utama, dengan bantuan dari manajer, para staff pelatih, dan para pemain yang selalu membimbing di sekitar saya” paparnya seperti dilansir situs resmi Manchester United.

Blackett sendiri memang merupakan Jebolan Akademi Manchester United yang mampu menembus skuat tim utama musim ini. Sejauh ini dia telah mencatatkan 10 penampilan di berbagai ajang untuk Setan Merah.

Singkirkan Tottenham, Fiorentina Melaju ke 16 Besar

Malam yang buruk bagi wakil Inggris di ajang Liga Europa musim ini, dua jagoan mereka harus rela tersingkir lebih awal dan gagal melaju ke babak 16 besar, termasuk salah satuntya Tottenham Hotspur. Tim Asuhan Mauricio Pochettino itu takluk di leg kedua kontra Fiorentina pada pertmuan di Stadio Artemio Franchi. Pertandingan yang berlangsung Jum’at dinihari (27/02) itu berakhir dengan kedudukan 2-0, kemenangan tim tuan rumah. Hasil ini sekaligus meloloskan la Viola dengan total agregat 3-1.

Hasil imbang yang diraih kedua tim pada leg pertama membuat mereka sama-sama berpeluang lolos ke babak 16 besar, alhasil tukar menukar serangan sudah terjadi sejak kick off babak pertama. Tottenham dipimpin oleh kreativitas Christian Eriksen sedangkan Fiorentina mengandalkan Mario Gomez dan Mohamed Salah.

Spurs mendapat dua peluang sekaligus lewat Benji Stambouli dan Roberto Soldado, namun masih belum bisa berakhir manis. Sedangkan Fiorentina sempat melayangkan protes kepada Wasit lantaran sepakan keras mario Gomez mengenai tangan Jan Vertoghen di kotak terlarang, tapi wasit tak sependapat, hasilnya skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, jalannya pertandingan tak jauh berbeda, tapi Fiorentina mampu mencuri keunggulan lebih dulu, umpan terobosan Milan Badelj sukses dimanfaatkan Mario Gomez dengan baik untuk menaklukan Hugo Lloris, skor sementara 1-0.

Di menit ke-71, giliran Mohamed Salah yang mampu mencetak gol ke gawang Hugo Lloris membawa Fiorentina unggul dua gol. Kedudukan sempat nyaris dikejar Tottenham, tapi gol Roberto Soldado dianulir wasit terkait offside. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Sergio Busquets Resmi Perpanjang Kontrak di Barcelona

Beralih ke La Liga Spanyol, raksasa Catalan, Barcelona akhirnya memperjelas masa depan gelandang bertahan andalan tim, Sergio Busquets. Ya, gelandang Jangkung itu resmi memperpanjang masa kontraknya bersama Barcelona, dengan ikatan berdurasi empat tahun lamanya. Itu berarti, Busquets tidak akan meninggalkan Camp nou sampai tahun 2019 mendatang.

Menurut informasi yang kami dapatkan, Barcelona sendiri menyelipkan klausul perpanjangan kontrak satu musim lagi di penghujung masa bakti Busquets pada kontrak anyar ini.

Seperti yang kita tahu, sebelumnya sempat terdengar isu bahwa Busquets akan meninggalkan Barca pada bursa transfer musim panas mendatang. Sang pemain sempat menepis isu tersebut namun dengan mengatakan bahwa dirinya ingin berkarir di Liga Primer Inggris yang menjadi impian setiap pemain sepakbola di seluruh dunia. Namun, sepertinya Busquets harus menyimpan mimpi tersebut lebih dulu untuk diwujudkan pada masa mendatang.

“FC Barcelona telah mencapai kesepakatan dengan Sergio Busquets untuk memperpanjang kontraknya dengan klub hingga 30 Juni 2019, dengan opsi selama tahun setelah itu. Kontrak akan ditandatangani pada Jumat siang di kantor klub di Camp Nou” Demikian rilis pernyataan resmi Barcelona lewat situs resmi mereka.

Busquets sendiri merupakan hasil akademi La Masia milik Barcelona yang kemudian menjalani debutnya bersama Tim Utama Los Catalans pada september 2008 Silam. Sampai saat ini, sang gelandang bertahan sudah mencatatkan lebih dari 300 penampilan dan mencetak 13 gol di berbagai ajang.

Mourinho Kritik Taktik Roy Hodgson di Piala Dunia 2014

Mourinho Kritik Taktik Roy Hodgson di Piala Dunia 2014

Kegagalan Tim Nasional Inggris di ajang Piala Dunia 2014 kemarin seolah masih menjadi sorotan dan tanda tanya bagi banyak pihak. Seperti yang kita tahu, Inggris yang ditangani Roy Hodgson harus angkat koper lebih awal, tepatnya pada babak penyisihan Group setelah disingkirkan dua kontestan lain, Uruguay dan Kosta Rika yang lebih berhak lolos ke fase berikutnya.

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho masih terheran-heran dengan keputusan taktik pelatih Roy Hodgson dalam partai penentu kontra Uruguay. Tak ragu, Mourinho melayangkan kritik dan ‘membenarkan’ kesalahan sang Taktikal The Three Lions dalam pertandingan tersebut.

“Dalam pertandingan tersebut, mereka dalam posisi tertinggal, dan jika kalah, maka otomatis akan tersingkir. Roy Hodgson melakukan perubahan ketika itu, akan tetapi menurut saya tidaklah tepat. Raheem Sterling keluar, digantikan Ross Barkley, kemudian Adam Lallana masuk menggantikan Danny Welbeck, keputusan itu sama sekali tidak mengubah taktik, sama saja”

“Mungkin seharusnya mereka menarik keluar Leighton Baines, kemudian memainkan Gary Cahill sebagai Sweeper, Glenn Johnson digantikan Phil Jagielka dengan tanpa mengubah posisi mereka, dia juga bisa menambah daya gedor di lini tengah atau depan, setidaknya itu akan membuat Uruguay kembali berpikir” Kritik Mourinho kepada reporter setempat.

Tim Nasional Inggris akhirnya tersingkir dengan predikat sebagai juru Kunci klasemen akhir Group D lantaran hanya mengoleksi satu angka saja, berkat hasil imbang saat menghadapai Kostarika. Selain Inggris, ada juga Italia yang harus terdepak lebih dini dari turnamen empat tahunan tersebut dari Group yang sama.

Ancelotti Yakin Morata Akan Tetap Bertahan Di Juventus

Alvaro Morata bisa dikatakan sudah tampil bagus bersama dengan klub barunya, Juventus. Bahkan dalam pertandingan melawan Borussia Dortmund di Leg pertama babak 16 Besar Liga Champions Eropa, Morata turut andil atas kemenangan yang diraih Bianconneri dengan skor akhir 2-1. Semakin kesini, sang pemain semakin mengalami perkembangan yang bagus bagi karirnya, lantas bagaimana dengan Real Madrid yang melepas sang pemain menuju Turin pada Musim Panas 2014 lalu?

Ditebus seharga 20 Juta Euro, dalam klausul penjualannya yang sudah disepakati Juventus, Los Blancos berhak mendapatkan kembali tanda tangan penyerang asal Spanyol itu terhitung dua musim setelah kesepakatan ini tercapai.

Namun, pelatih Los Blancos, Carlo Ancelotti yakin bahwa Alvaro Morata akan lebih memilih untuk tetap berada di Turin dan terus bermain bersama Juventus.

“Dia membutuhkan jam bermain, dia merupakan seorang pemain muda yang sedang mencari banyak kesempatan bermain serta konsistensi. Dia mendapatkan banyak tawaran, namun dia sendiri yang lebih memilih Juventus”

“Dia adalah striker Modern yang memiliki kecepatan, ritme, dan intensitas. Dia juga punya ketenangan yang bagus di depan gawang dan seorang pekerja keras. Dalam kontraknya, memang kami memiliki hak untuk membelinya kembali di masa mendatang, namun menurut saya dia akan lebih memilih bertahan di Juventus” Ujar pelatih yang sempat menangani Bianconneri itu kepada La Gazzetta Dello Sport.

Sejauh ini, Morata sendiri telah berhasil mencetak sembilan gol dari total 28 penampilannya di semua kompetisi bersama Juventus.

Massimo Moratti Cemaskan Masa Depan Sepakbola Italia

Massimo Moratti Cemaskan Masa Depan Sepakbola Italia

Serie A Italia kini berubah menjadi salah satu liga yang mengalami penurunan drastis dalam perkembangan mereka sejak beberapa tahun silam. Padahal, di era 90an dan Era Awal Millenium, Sepakbola Italia adalah dominator Eropa, semua pemain sepakbola dari berbagai belahan dunia bahkan bermimpi untuk bisa bermain di Serie A Italia. Tak tanggung-tanggung, penurunan populeritas tersebut berujung pada krisis financial yang dialami semua klub Eropa.

Bahkan Parma FC, mantan klub hernan Crespo dan Gianluigi Buffon telah bangkrut dan hanya dihargai senilai 1 Euro saja atau sama dengan 14.000 Rupiah, dan sempat mengalami dua kali pergantian pemilik dalam sebulan terakhir.

Hal ini membuat banyak pihak merasa Iba dengan kondisi mengenaskan yang dialami klub-klub Italia, secara keseluruhan Sepakbola Italia. Massimo Moratti sebagai mantan Presiden Inter Milan turut mencemaskan masa depan sepakbola di Negeri Asalnya itu. Dia khawatir Italia akan tertinggal sangat jauh dari peradaban sepakbola Eropa selama bertahun-tahun ke depan.

“Saya menyaksikan, sepakbola Italia sekarang ini benar-benar dalam kondisi dan situasi yang amat buruk. Saya mungkin memang bukan ahlinya dalam berpendapat seperti itu. Tapi jarak terbentang antaea Serie A Italia dengan dengan Kejuaraan lain terkesan sangatlah jauh. Saya sendiri takut sepakbola Italia akan mengalami penderitaan dalam beberapa tahun mendatang” Cemasnya kepada La Gazzetta Dello Sports.

Dua klub raksasa Milan musim ini, termasuk Inter Milan sendiri hanya jadi Tim Medioker yang berupaya bangkit dan merenggut kembali masa kejayaan mereka dahulu.

Cekcok Dengan Naymar, Fans Citizen Ini Klaim Tak Bersalah

Cekcok Dengan Naymar, Fans Citizen Ini Klaim Tak Bersalah

Di akhir pertandingan antara Manchester City melawan Barcelona tengah pekan lalu di Etihad Stadium, terjadi sebuah insiden yang tak disangka-sangka. Winger asal Brasil, Neymar da Silva terlibat cekcok dengan salah seorang suporter Manchester City yang dikenal bernama Aziz Ahmad.

Insiden bermula ketika Neymar ditarik keluar oleh pelatih pada menit ke-80, dia kemudian beradu mulut dengan kerumunan pendukung Manchester City yang duduk dekat bench Barcelona. Hammad termasuk salah satu orang yang ada di kerumunan yang kami maksud itu, dan ketika pertandingan usai, Neymar tiba-tiba mendatang Hammad, sempat terjadi keributan sejenak sebelum akhirnya dilerai.

Kepada Manchester Evening News, Hammad menceritakan bagaimana insiden itu terjadi, dan dia mengaku tidak bersalah.

“Neymar memandangi saya selama beberapa detik sembari melihat apakah aksinya diketahui atau tidak oleh pelatihnya. Selepas pertandingan, dia langsung mendatangi saya di tempat duduk saya, kemudian memandangi wajah saya lagi”

“Saya tak tahu apa yang dia lakukan, dia hanya berucap dengan kata-kata berbahasa Portugal atau Spanyol, tapi saya tidak tahu apa artinya. Kemudian saya hanya memberikan nya gestur Diving untuk mengejek”

“Saya rasa saya tidak melakukan hal yang salah, saya hanya melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh para fans, dia memang terkenal sebagai tukang diving. Setengah Isi Stadion mungkin akan melakukan hal seperti itu, dan itu adalah Normal (untuk Neymar)” Ujar Hammad yang diketahui sebagai Mahasiswa dari Manchester Universiy.

Barca sendiri akhirnya berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 1-2.

Besiktas Sukses Singkirkan Liverpool dari Liga Europa

Besiktas Sukses Singkirkan Liverpool dari Liga Europa

Liverpool yang menjadi salah satu tim unggulan di babak 32 Besar Liga Champions Eropa harus rela tersingkir lebih awal. Menghadapi besiktas di leg kedua dengan modal keunggulan agregat 1-0, The Reds mampu bertahan dengan ketertinggalan 0-1 dari tuan rumah sampai laga berakhir dan babak perpanjangan waktu, tapi mereka kalah di babak adu penalti sehingga Besiktas lebih berhak lolos ke babak 16 besar. Adalah Dejan Lovren yang menjadi satu-satunya eksekutor gagal dalam kesempatan penalti tersebut pada pertandingan yang berlangsung di Ataturk Stadium, Besiktas.

Kefanatikan para fans tuan rumah sudah tampak sejak Kick off babak pertama, Atmosfer yang luar biasa di tribun penonton membuat para penggawa The Reds terlihat sedikit bermain tertekan. Meski demikian, peluang pertama justru didapatkan Liverpool lewat Raheem Sterling, bola muntah hasil sepakan rekannya dia sambar, tapi masih bisa ditepis lagi oleh Gonen.

Setelahnya, rasa percaya diri The Reds meningkat, mereka mampu keluar dari rasa tertekan sorakan dari fans Besiktas, bertubi-tubi melayangkan serangan lewat Daniel Sturridge, Mario Balotelli dan Raheem Sterling namun tak mampu mengubah papan skor hingga jeda.

Di babak kedua, Tim tuan rumah bermain lebih agresif sampai terciptalah gol pembuka pertandingan di menit ke-72, Tolgay Arslan mampu mencetak gol lewat tendangan spektakuler dari luar kotak penalti yang tak terhalau Mignolet, kedudukan kini 1-0, dan agregat 1-1. Skor tersebut bertahan hingga laga usai dan babak perpanjangan waktu sampai diadakanlah babak adu penalti.

Di babak dramatis tersebut, besiktas mampu keluar sebagai pemenang dan lolos ke 16 besar usai Dejan Lovren menjadi satu-satunya penendang Liverpool yang gagal.