The Red Devils Berburu 4 Remaja Bertalenta

The Red Devils Berburu 4 Remaja Bertalenta

Saat Sir Alex Ferguson menyudahi karirnya sebagai pelatih, United harus dipaksa untuk puasa dari kemenangan. Pada musim lalu ia puasa gelar. Dan kini ia juga mengalami kepayahan karena tidak lolos laga Champions pada musim ini. Dan klub Untied ini kian terpuruk.

Dengan keadaan dan situasi saat ini, memaksa manajemen dari United untuk melakukan peremajaan skuatnya untuk investasi jangka panjang. Kali ini mereka sedang gencar-gencanya untuk membidik pemain yang memiliki talenta dan karakter dari pemain muda hebat. Pencarian untuk pemain muda dilakukanya hingga sampai penjuru Eropa untuk mendapatkan pelatihan dan didikan agar menjadi pemain bola yang tersohor seperti David Becham dan Ryan Giggs.

Kala musim panas lalu United telah mendapatkan bibit baru asal Belanda Timothy Fosu Mensah yang didapatkan dari Ajak Amsterdam. Selain itu ternyata masih ada empat wonderkid lagi yang masuk dalam radar MU, diantara 4 pemain muda yang mencoba di angkat menjadi anak asuh MU ialah :

1. Martin Odegaard
Ia merupakan pemain muda yang berusia 15 tahun, walau terbilang masih muda kharismanya tak terbantahkan karena ia kerap disamakan dengan Lionel Messi, sehingga membuatnya menjadi titik perhatian banyak klub dan sempat masuk dalam pemain baru yang merupakan pemain termuda di kualifikasi Piala Eropa 2016. Dalam perjalanannya berkarir didunia bola ternyata pemain muda dari Norwegia Marting Odegaard sempat diperebutkan oleh Real Madrid dan Manchester United dalam persaingan sengitnya.

2. Daley Singkraven
Van Gaal kepincut dengan pemain muda yang memiliki bakat talenta yang sangat kuat bagi pemain muda. Ia sempat menyatakan ketertarikanya untuk memiliki Daley Singkraven pada Januari nanti, karena ia takut wonderkid yang satu ini akan diperebutkan oleh Liverpool dan Barcelona. Ia langsung dipinjam oleh MU dan meneruskan latihanya ke SC Heerenveen untuk melanjutkan kependidikanya. Van Gaal juga meminta pada tim pemandu untuk melaporkan perkembanganya secara berkala.

3. Goncalo Guedes
Pemain muda yang bermain sebagai winger atau gelandang serang ini menjadi pusat perhatian banyak klub, meski umurnya menginjak 17 tahun, namun ia menjadi incaran klub besar asal Eropa. Salah satu klub yang memiliki ketertarikan dengan Goncalo Guedes ialah United. Konon gaya main yang diberikanya mampu mengingatkan salah satu pemain bintang Bayern, Franck Ribery. Bakat besar yang dimilikinya menjadikannya sebagai pemain andalan tim nasional Portugal untuk level umur U-16, 17, dan 18.

4. Ryan Gauld
Pemain muda berbakat ini dulu sempat masuk dalam radar MU saat ketika ia masih berada di Sporting Lisbon untuk bermain. Secara mengejutkan klub yang dimiliki oleh keluarga Glazer mendapatkan kekalahan dalam persaingannya melawan Sporting Lisbon. Walau memang ia sudah berpindah di Sporting Lisbon. The Red Devils masih mengamati perkembangannya. Ia memiliki ketangkasan untuk menerobos dan kecepatan layaknya Messi.

Kembalinya Mental Juara Untuk The Blues Yang Menggiringnya Menjadi Juara

Kembalinya Mental Juara Untuk The Blues Yang Menggiringnya Menjadi Juara

Azpilicueta yang merupakan bek dari Chelsea ini menegaskan mental juara yang kini sedang dimiliki oleh timnya bisa sangat membantu The Blues merengkuh trofi yang keempat pada musim ini di Premier League. Pada musim 2009-2010 Chelsea mendapatkan gelar yang terakhir kalinya untuk mengangkat supremasi tertinggi pada daratan Inggris.

Kemenangan yang didapatkan atas Liverpool di Anfield 1-2 membuatnya kian mengukuhkan London Biru berada di puncak klasemen untuk sementara ini. Pasukan yang dibawa oleh Jose Mourinho yang sering juga dijuluki sebagai The Special One sudah mengemas 29 angka yang membuatnya kian jauh untuk meninggalkan lawan dari pesaingnya. Pesaing yang terdekat saat ini ialah Southampton yang sudah terpaut memiliki selisih empat angka.

“saya pikir kami saat ini telah kembali lagi secara mental. Para pemain baru juga memberikan warna dan dimensi lain pada kami. Anda sendiri telah melihat penampilan yang diberikan oleh kami saat melawan Liverpool. Ketika kami mendapatkan ketertinggalan, kami masih benar-benar tangguh secara mental yang dimiliki kami,” ungkap Azpilicueta, sebagaimana telah dilansir Goal, senin (10/11/14).

“Seluruh pemain yang di lini kami saat ini telah tahu bahwa kami harus siap untuk berjuang bersama-sama. Beberapa dari pemain kami bahkan ia memiliki talenta lebih, untuk mencetak gol. Dan tentu kami haru mempertahankan insting meraih pundi-pundi poin yang mereka miliki. Tapi yang paling terpenting disini ialah kami melakukan segalanya untuk tim “The Blues”, sambungnya

London Biru ini memang pada musim kemarin merupakan salah satu tim favorit yang menjadi juara pada Premier League di Inggris, namun akibat karena kurang konsistenya membuatnya harus turun dan kedudukannya dialihkan oleh Manchester City yang mendapatkan gelar juara. Sehingga pada saat itu Chelsea sempat gagal mempertahankan dirinya untuk masuk dan bertahan pada poros yang membuatnya menjadi unggul dari yang lainnya, sehingga kesempatan emas yang di depan mata bisa berjalan sebagaimana mestinya dan memenangkan kejuaraan yang dinanti oleh semua tim pada pertandingan.

“Musim yang lalu, kami memang sangat begitu dekat dengan mendapatkan kemenangan atas gelar dan pada musim ini kami tahu ini merupakan hal yang cukup sulit. Walau begitu, hal tersebut memang yang kami harap dan inginkan . kami akan melihat peristiwa apa yang terjadi dibulan Mei. Saat ini kami memang berada dipuncak klasemen, tapi kami mengakui bahwa perjalalan yang kami lalui masih panjang. “tuntasnya

Pemain asal Spanyol itu juga mengakui posisi para pemain Chelsea sedang berada pada jenis permainan terbaiknya. Terlihat jelas dari laga yang masih potensial sekali menduduki nilai tertinggi untuk tingkatan klasemen yang merupakan besutan dari The Special One yang sepanjang musim ini belum ada yang mampu menundukan Chelsea.

Empat Klub Besar Telah Kandas, Chelsea Masih Maju

Empat Klub Besar Telah Kandas, Chelsea Masih Maju

Perjalanan Chelsea dalam laga Primer League masih panjang karena ia belum terhentikan. Bahkan, para big four yang menghuni di musim lalu tak sanggup menundukan tim asuhan dari the Special One.

Kemenangan yang diraih oleh Chelsea atas Arsenal di kandang Anfield yang memasuki pekan ke-11 membuktikan bahwa Chelsea masih memperlihatkan kedigdayaanya yang belum pernah terkalahkan.

Bukan hanya itu saja, empat klub Inggris yang terkenal memiliki nama yang cukup tersohor saja masih mendapatkan poin yang belum penuh ditangan mereka. Juara bertahan City juga masih ditahan imbang 1-1.

Selah laga itu, The Gunners sukses mereka lumat 2-0 sebelum ia harus menahan The Red Devils 1-1 di Old Trafford. Terakhir, pada runner up musim lalu, ialah Liverpool, yang menjadi buruan dan juga korban di kandang sendiri, Anfield.

Dengan demikian, The Blues telah mengoleksi 9 kemenangan dari 11 pertandingan saat dilaluinya untuk pertamanya. Dan ia hanya ditahan imbang 2 kali oleh tim lawan yang keduanya merupakan duo Manchester. Dengan perolehan poin yang mendapatkan 29, dan Chelsea mendapatkan keunggulan 4 poin yang didapat dari Southampton yang sudah menempati peringkat 2 dibawahnya.

Catatan menariknya ialah yang ditunjukan pada sebuah pertandingan yang diberikan oleh pasukan London Barat dengan penampilan yang luar biasa saat menghadapi rival-rival mereka. Brendan Rodgers. Arsene Wenger, Manuel Pellegrini, sampai Louis Van Gaal yang tak bisa mengalahkan taktik dari sang maestro the Special One.

Dengan prestasi yang kini sedang dinikmati oleh Chelsea yang mendapatkan peringkat keatas sementara waktu untuk saat ini. Memungkinkanya untuk dijagokan mengulang masa sukses Arsenal pada musim 2003-2004 menjadi klub yang tak terkalahkan kala itu.

Pada waktu Arsenal menjadi tim yang tak tertandingi ia menghadapi 48 laga, dan The Gunners berhasil mendapatkan 26 kemenangan dan ia ditahan imbang sampai 12 kali. Dan di akhir musim tim dari Arsene Wenger mengoleksi 90 poin yang dimilikinya.

Sebenarnya, salah satu tanda yang diberikan oleh The Blues sebagai kandidat calon klub yang tak terkalahkan untuk mengulang masa kejayaan The Gunners sudah bisa dilihat saat sudah memasuki pekan ke-7. Saat ketika rasio kemenangan anak asuh dari Mourinho sudah mampu melewati dan melampaui Arsenal pada musim 2003-2004 kala itu.

Tren ini kemudian berkelanjutan hingga masuk sampai pada pekan yang ke-11.” Jadi juara itu sangatlah mungkin. Namun untuk mendapatkan predikat yang tak terkalahkan tidaklah mungkin,” ungkap Mourinho yang dilansir oleh Soccerway.

“Saya sempat berpikir, di era modern seperti pertandingan di laga Premier League, tak mungkin ada juara yang memiliki predikat tak terkalahkan. Awal yang diberikan memang bagus, dan saya percaya tim ini bisa menjaga kualitas dan stabilitasnya. Kekalahan pasti akan datang, dan kami siap menerimanya jika itu terjadi,” lanjutnya.

Guardiola Enggan Untuk Melatih Barcelona Lagi

Guardiola Enggan Untuk Melatih Barcelona Lagi

Seorang pelatih yang merupakan mantan dari manajer Barcelona yang saat ini sudah menukangi Bayern Munich, ialah Pep Guardiola. Ia kali ini sempat memberikan statemenya karena ia menyatakan tidak akan melatih Lionel Messi dan teman-temanya pada masa ketika ia diberi kesempatan lagi ketika ada tawaran yang akan datang dipanggil untuk melatih tim yang terkenal dengan gaya tiki-takanya. Bahkan ia sendiri telah mengungkap dirinya telah berakhir eranya di Camp Nou, ungkapnya

Hal itu tentu menjadi sebuah pertanyaan yang digelontorkan olehnya, mengingat Pep telah mengalami masa keemasan saat ia tengah menjadi pelatih yang mengatur taktik pada Blaugrana. Saat Barca dibawah naunganya, ia menjelma menjadi tim yang tangguh dan sangat produktif yang memberikan permainan yang cantik dan indah, sehingga kerap kali mengundang decak kagum para penonton yang melihatnya pada laga yang berlangsung.

Keberadaan Pep memang memberikan perubahan yang berarti pada sebuah tim yang memiliki punggawa yang tangguh dan hebat. Bahkan klub yang satu sering sekali digadang-gadang sebagai tim yang sangat berpengaruh dan selalu berksesempatan mendapatkan kandidat tim terbaik dan papan atas di kelas liga Spanyol.

Perubahan yang signifikan dengan kehadiran Pep membuat Barcelona menemui lakon yang tepat untuk mencoba strategi yang diberikan oleh juru taktik. Karena arahan dan bimbingan yang diberikanya berjalan dengan amat tepat dan jitu sesuai dengan sasaran.

Dua trofi yang didapatkanya pada Liga Champions beserta dengan gelar juara La Liga yang mendapatkan 3 kali kemenangan yang berhasil dipersembahkanya pada periode 2008-2012. Setelah ia membebaskan dirinya dengan mengambil cuti 12 bulan dari hiruk-pikuk sepakbola. Guardiola kembali lagi memulai aksi untuk membuktikan ketangguhanya bersama raksasa yang berasal dari Bundesliga. Yaitu Bayern Munich pada musim panas 2013.

Saat ketika Barcelona jauh ditinggalnya, Blaugrana kini ia mengalami kemrosotan dan dekadensi prestasi. Dengan hal itu, tentu membuat cules fans dari Barcelona merindukan Pep untuk memberikan sentuhan magis yang bisa membawa Barcelona keluar dari keterpurukan. Harapan yang diinginkan para supporter Barca akan kedatanganya untuk bisa kembali bergabung di Camp Nou, Pelatih yang sudah berusia 43 tahun ini menepis anggapan dari semua isu yang diberikan, walau tak menyangkal karena ia menginginkan untuk tinggal dan memiliki rencana hidup di Barcelona dimasa depan.

“Prinsip saya sudah sangat jelas, saya tidak akan hadir untuk melatih Barcelona lagi. Saya kira era Guardiola disana (Blugrana) sudah berakhir dan tidak akan terulang lagi,” kata Pep pada Mundo Deportivo,selasa (11/11/2014).

“Istri saya saat ini memang memiliki pekerjaan di Barcelona dan saya punya ide dilain kesempatan untuk tinggal disini. Tetapi saya belum bisa mengetahui kapan momen tersebut akan terjadi pada saya , ” tutupnya.

Adebayor Menepi Di Kandang Sendiri Karena Tak Tahan Dengan Ejekan

Adebayor Menepi Di Kandang Sendiri Karena Tak Tahan Dengan Ejekan

Kisruh antara klub dengan fansnya terjadi dan dialami oleh Emmanuel Adebayor, ia sangat prihatin sekali dan sempat memberikan kritikan yang keras terhadap para fans dari Tottenham Hotspur yang kerap kali memberikan tekanan untuk mencemooh tim kesayangan sendiri saat ketika sedang bermain di White Hart Lane. Peristiwa terakhir sempat terjadi saat ketika Spurs dipermalukan oleh tamunya Stoke City dengan skors 1-2 , Minggu 9 November 2014.

Hasil tersebut menjadikanya sebuah kekalahan yang sangat memalukan, mengingat tim tersebut sudah mendapatkan kekalahan yang ke empat kalinya di kandang sendiri pada musim ini. Adebayor, yang masuk dan bermain pada partai tersebut yang posisinya sebagai pemain pengganti pada babak keduanya, merasakan ada atmosfer negatif yang muncul di White Hart Lane. Dia merasakan situasi yang dialamainya kala itu sudah tidak kondusif lagi untuk melakukan permainan bagi dirinya dan juga rekan-rekan di timnya.

” Apakah melakukan permainan diluar kandang sangat membantu? Jujur, iya. Karena dengan perihal itu, saya sudah tahu bahwa fans lawan akan melakukan serangkaian penghinaan terhadap saya, ketimbang harus meladeni ejekan dari fans sendiri. Dan ini bukan hanya ditujukan kepada saya saja, namun juga di akui oleh seluruh pemain,” ungkap Adebayor.

“Lebih baik kami tidak bermain di kandang sendiri dari pada kami harus selalu tabah mendapatkan ejekan dari para suporter kami. Hal ini memang sangat menyedihkan sekali layaknya sebuah keluarga yang sudah tidak mau menerimanya kembali. Hal terburuk sudah ada dan tersaji disana. Kali ini, saya tidak tahu harus bagaimana, apakah kami lebih baik bermain di tandang atau kandang, ” kata striker yang berasal dari Togo.

Memang sangat menyakitkan sekali bagi timnya sendiri dibuat resah oleh keluarga yang selalu menemaninya dan mendukungnya. Hal tersebut merupakan bagian yang paling menyakitkan tatkala keluarga sudah tidak memperdulikan dan enggan memberikan dukungannya kembali pada klub yang dicintainya.

Pengaruh yang dilakukan oleh para fansnya membuat kebuntuan para pemain untuk berbuat dan melakukan hal yang lebih baik lagi hal tersebut seakan direnggut seketika. Karena dukungan merupakan apresiasi penting dalam memberikan dorongan dan motivasi untuk para pemainnya.

Kekalahan memang sebuah hal yang wajar bagi sebuah klub, namun dicampakan oleh keluarga sendiri adalah peringatan yang keras dan sekaligus membuat beban tambahan bagi tim yang berjuang untuk berusaha bangkit kembali.

Akibat kekalahan yang diterimanya pada anak asuh Mauricio Pochettino membuatnya harus rela mendapatkan posisi klasemen di peringkat ke 12, dengan perolehan poin yang sudah terkumpul sebesar 14 poin. Sedangkan untuk Stoke kini ia lebih unggul dari tim Adebayor CS dengan posisi yang kesembilan dari tingkat klasemen, dan ia memiliki keunggulan satu poin dari Spurs yang kini sedang dilanda masalah internal.

Dua Punggawa Arsenal Bacary Sagna dan Lucas Fabiansky Terancam Hengkang

Bacary Sagna dan Lucas Fabiansky

Dua punggawa Arsenal dikatakan bakal segera angkat kaki dari Emirates Stadium, menyusul beberapa alasan termasuk perpanjangan kontrak dan kesempatan bermain.

Arsenal baru saja menelan kekalahan dari salah satu Rival satu kota mereka yaitu Liverpool, bahkan pertandingan tersebut berujung dengan skor telak 5-1. Belum ada sepekan Arsenal mendapatkan kesialan yang tragis, kini mereka kembali dirundung dengan sebuah isu miring yang mungkin akan membuat kalian para fans Gunners merasa sedikit cemas, ya! Dua punggawa Arsenal kabarnya siap untuk hengkang dari Meriam London menyusul beberapa alasan, berikut ulasan lengkapnya.

Dua punggawa Arsenal yang antara lain adalah Bacary Sagna dan Lucas Fabiansky dirumorkan akan bersiap untuk angkat kaki dari Emirates Stadium, dan menurut informasi yang kami dapatkan, Fabiansky sendiri merasa ingin mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak dimana hal tersebut tidak ia dapatkan bersama dengan arsenal karena kalah saing dengan Wojcieh Sczesny. Dan jika memang benar demikian maka Fabiansky kemungkinan besar akan hengkang di akhir musim ini.

Sedangkan untuk Bacary Sagna, defender veteran Arsenal asal Prancis ini sepertinya memang terlanjur kecewa dengan pihak Gunners yang belum memperpanjang kontraknya sampai saat ini. Sebenarnya, pemain ini juga ingin menetap di Arsenal lebih lama lagi, namun menurut informasi yang beredar ia masih tidak puas dengan tambahan durasi kontrak selama dua tahun lagi. Cukup disayangkan jika Defender handal ini memang benar-benar hengkang dari Emirates Stadium.

Bacary Sagna sendiri terbilang sebagai salah satu punggawa Arsenal yang sudah lama berada di Emirates Stadium, ia adalah pemain yang setia dengan The Gunners lebih setia ketimbang Samir Nasri dan Robin van Persie yang memilih untuk pindah ke klub Rival.

Paris Saint-Germain Terdepan dapatkan Angel Di Maria

Paris Saint-Germain Terdepan dapatkan Angel Di Maria

Salah satu media setempat menyebut bahwa Paris Saint-Germain telah menyiapkan dana sebesar 60 Juta Euro untuk bisa mendapatkan jasa Winger Tim Nasional Argentina itu.

Angel Di Maria, masa depan winger Tim Nasional Argentina itu masih belum jelas hingga kini. Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa kubu Real Madrid CF enggan memperpanjang kontrak Di Maria karena permintaan gaji yang terlampau besar yakni 8 Juta Euro per musim nya. Banyak klub papan atas Eropa yang disebut-sebut berminat untuk menampung sang winger asal Argentina itu.

Manchester United dan Paris Saint-Germain disebut-sebut sebagai peminat berat Angel Di Maria, bahkan menurut informasi yang kami dapatkan keduanya bersedia jika harus membayarkan gaji sebesar 8 Juta euro Per Musim sesuai dengan permintaan Di Maria. Namun, media setempat mewartakan bahwa kubu Paris Saint-Germain paling berpeluang mendapatkan jasa sang Winger 26 tahun itu menyusul klausul buyOut yang ditetapkan Madrid hingga 60 Juta Euro.

Les Parisiens dikatakan telah sepakat dengan harga tersebut dan telah menyiapkan dana untuk merampungkan transfer ini, entah benar atau tidak, semua akan menjadi jelas usai Turnamen Piala Dunia 2014 usai dilangsungkan karena sang pemain sendiri masih sedang berada dalam kompetisi tersebut bersama dengan Tim Nasional Argentina.

Real Madrid CF sendiri kabarnya sudah menyiapkan pengganti Angel Di Maria jika memang sang pemain memutuskan untuk pergi dalam bursa transfer musim panas ini. Adalah James Rodriguez, Top Skorer sementara Piala Dunia 2014 ini dikatakan menjadi salah satu buruan Madrid dan akan didatangkan dalam waktu dekat.

Buffon Ingin Jumpa Argentina atau Brasil di Final

Buffon Ingin Jumpa Argentina atau Brasil di Final

Penjaga gawang utama Tim Nasional Italia itu berharap Final Piala Dunia di Maracana berjumpa dengan Brasil atau Argentina.

Masih tentang Piala Dunia 2014 yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Penjaga gawang veteran sekaligus kapten Tim Nasional Italia yakni Gianluigi Buffon ternyata sudah tidak sabar melakoni Piala Dunia keempat dalam karirnya bersama dengan Gli Azzuri. Tentu saja, Buffon menjagokan Negaranya dalam ajang tersebut, bahkan ia berharap bisa membawa Italia melaju sampai ke babak final.

Lalu, siapakah yang diharapkan Kapten Juventus itu bertemu dengan italia di Partai final nanti? Buffon memiliki dua pilihan, yakni antara Argentina dan Brasil, ia berharap Italia bertemu dengan salah satu dari keduanya pada partai Final yang berlangsung Maracana.

“Saya berharap kami bisa mencapai babak final, kemudian melawan Argentina atau Tuan Rumah Brasil di Maracana, pasti itu akan menjadi momen yang sangat luar biasa” Tutur Buffon kepada salah satu media Brasil.

Namun, menghuni Group D bersama dengan Uruguay, Inggris dan Kosta Rika, Buffon menilai masih terlalu dini untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam turnamen, akan tetapi ia sangat antusias mencatatkan pengalaman piala dunia di negeri Samba.

“Terlalu dini untuk memprediksi itu semua sekarang, tapi apapun yang terjadi, memainkan piala dunia di Brasil yang notabene nya adalah negeri nya sepak bola merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa” Imbuh sang kapten.

Untuk partai perdana nanti, Italia akan berhadapan dengan tim Nasional Inggris tanggal 14 Juni mendatang di Stadion Arena Amazonia.

Atletico Berprestasi, Ini Kata Falcao

Atletico Berprestasi, Ini Kata Falcao

Atletico Madrid tampil begitu mengesankan musim ini. Tak begitu diunggulkan musim ini, Los Rojiblancos justru berpeluang merebut dua gelar sekaligus, yakni gelar La Liga dan Liga Champions.

Di tiga laga yang tersisa, skuad besutan Diego Simeone masih kokoh di puncak klasmen, mengungguli dua tim yang selalu mendominasi La Liga, yakni Real Madrid dan Barcelona. Sementara di pentas Liga Champions, mereka berhasil menembus semifinal.

Atletico sebenarnya tak banyak dijagokan karena kehilangan bomber andalan Radamel Falcao yang hengkang ke AS Monaco. Namun, Atletico berhasil menjawab semua keraguan. Sementara itu, Falcao yang kini membela AS Monaco mengaku senang atas prestasi mantan klubnya.

“Saya tak memiliki rasa iri dengan Atletico. Saya merasa sangat senang dengan apa yang terjadi di klub. Saya memiliki banyak sahabat dan banyak momen penting ketika berada di sana,” tutur Falcao.

“Inilah hidup. Di dalam sepakbola, Anda perlu perubahan dan tak bisa memiliki segalanya. Saya doakan yang terbaik untuk mereka,” lanjutnya.

Atletico Madrid berpeluang melaju ke final Liga Champions untuk kali pertama sejak 1973-74. Kamis (1/5) dinihari nanti, Diego Costa cs akan menyambangi Stamford Bridge, markas The Blues Chelsea dalam lanjutan leg kedua semifinal Liga Champions 2013/14.

“Apakah saya memiliki saran untuk mereka saat melawan Chelsea? Saya tak akan berkata apa pun. Saya hanya berharap mereka menikmati pertandingan,” ucap Falcao.

“Mereka harus sudah tahu apa yang harus dilakukan. Mereka harus berpikir bagaimana cara melawan Chelsea,” tutup penyerang berjuluk El Tigre tersebut.

Ozil Bawa Arsenal Kembali Terbang

Ozil ArsenalArsenal nampaknya kini sedang ‘Onfire’, selain memuncaki klasmen sementara EPL, meriam london ini juga tengah memuncaki klasmen sementara group F babak penyisihan Group UCL 2013/2014 setelah menaklukan Napoli di Emirates Stadium dengan skor 2-0. Pertandingan yang berlangsung dinihari tadi (02/10) itu memaksa The Napples harus pulang tanpa satu angka pun. Sedangkan Arsenal berhasil menggondol 3 angka dalam laga ini membawa mereka memuncaki klasmen sementara group F.

Dalam laga ini Mesut Ozil, pemain anyar yang didatangkan dari Real madrid itu berhasil bermain sangat apik, ia menunjukkan kualitasnya dihadapan publik Emirates Stadium dengan mencetak satu gol dan satu assist. Inilah kilasan jalan nya pertandingan antara arsenal melawan Napoli dalam lawatan putaran kedua penyisihan group UCL.

Keperkasaan tentara Arsene Wenger sudah terlihat jelas ketika laga baru dimulai, bahkan babak pertama baru berjalan 8 menit saja The Gunners sudah mampu membuka keunggulan. Umpan matang dari Aaron Ramsey berhasil dimanfaatkan Ozil, ia pun melepas tendangan dari arah 16 M! Menakjubkan, gelandang asal Jerman itu mencetak gol pertama nya bagi arsenal, skor 1-0 Arsenal unggul.

Setelah gol pembuka tersebut, Arsenal tak mengundurkan serangan nya, malah mereka terus menerus menggempur pertahanan The Napples. Bahkan Tuan rumah nyaris menyamakan kedudukan lewat sepakan Flamini, namun beruntung Reina masih bisa mengantisipasi nya.

Sayang bagi napoli, mereka harus kembali memulai kick off di menit ke 16, setelah gol kembali dicetak oleh tuan rumah pada menit ke 15. Striker asal Prancis ini dengan sukses memanfaatkan Assist dari Mesut Ozil, mengkonversi nya menjadi gol kedua bagi The Gunners, skor 2-0 Arsenal sukses menggandakan keunggulan nya.

Usai gol tersebut, Rafael Benitez terlihat sangat cemas, karena meski anak asuhnya barhasil menyudahi penguasaan bola tuan rumah namun hingga babak pertama usai, skor masih 2-0.

Di babak kedua, Arsenal masih terlihat menguasai laga, terus menggedor lini pertahanan napoli, sayang nya kecemerlangan Reina dibawah mistar gawang menyulitkan upaya Giroud dkk untuk menambah keunggulan. Alhasil hingga pluit berbunyi, skor masih tetap 2-0.