Mourinho Ucapkan Bela Sungkawa atas Kematian Di Stefano

Mourinho Ucapkan Bela Sungkawa atas Kematian Di Stefano

The Special One mengaku sangat beruntung karena masih sempat bertemu dengan sang Legenda Sepak Bola itu ketika masih menangani Real Madrid CF.

Sepak Bola dan seluruh Penggemarnya saat ini sedang diselimuti oleh berita duka, adalah Legenda Tim Nasional Argentina juga Spanyol dan Real Madrid CF yakni Alfredo Di Stefano akhirnya berpulang ke Yang Maha Kuasa di usia 88 tahun setelah sempat dirawat selama dua hari di Rumah sakit akibat serangan Jantung. Tentu saja ini adalah kepedihan yang mendalam bagi semua tokoh sepak bola tak terkecuali Jose Mourinho.

Ya, The Happy One itu mengaku sangat bersedih mendengar kabar duka ini, tapi di satu sisi ia senang karena sempat bertemu secara langsung dengan salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa itu ketika masih menangani Los Blancos.

“Rasanya begitu sedih saat mendengar kabar kematian Alfredo Di Stefano, orang heba yang untungnya bisa saya temui saat masih menangani Real Madrid CF”

“Tentu saja saya menyampaikan bela sungkawa kepada Keluarga, teman-teman dan orang-orang disekelilingnya, tapi ini juga menjadi hari yang kelam bagi sepak bola di seluruh penjuru dunia dan para penggemarnya, yang berarti kita semua tengah kehilangan orang spesial seperti dia”

“Alfredo Di Stefano adalah salah satu pemain Real Madrid terbaik sepanjang sejarah, memenangkan 5 Liga Eropa secara beruntun, menjadi salah satu yang terbaik di dunia sepanjang masa, Beristirahatlah dengan tenang, Alfredo” Demikianlah ungkapan pelatih Jose Mourinho dalam halaman resmi klub Chelsea Football Club.

Dilempar Kacang, Ibra Tiru aksi daniel Alves

Zlatan Ibrahimovic.

Setelah Daniel Alves, kini giliran Ibra yang menikmati ejekan rasisme yang menimpanya, bagaimana aksi striker jangkung asal Swedia itu?

Beberapa waktu lalu, dunia digemparkan atas aksi rasisme yang dilakukan oleh salah satu suporter kepada Daniel Alves yang mana saat itu sang pemain asal Brasil milik FC Barcelona tersebut dilempari pisang oleh salah satu suporter dalam laga kontra Villareal di Estadio El Madrigal, Villareal. Alves yang mengetahui hal itu tidak pikir panjang, ia langsung mengambil pisang yang dilemparkan kemudian memakan nya.

Aksi tersebut mendapatkan reaksi positif dari seluruh dunia, bukan hanya dari kalangan tokoh sepak bola saja, tetapi seluruhnya. Nah, hal yang sama ternyata terjadi di Liga Prancis dan korban kali ini adalah striker jangkung milik paris Saint-Germain yakni Zlatan Ibrahimovic. Pemain asal Swedia itu mendapatkan lemparan ketika ia dan timnya berhadapan dengan bastia. Ibra dilempari kacang, ia sempat menatap sejenak kacang tersebut kemudian memutuskan untuk mengambil lalu memakan nya.

Tindakan yang dilakukan ibra membuat rekan-rekan nya tersenyum, namun tentu dengan demikian sikap Rasisme bisa ditindak lanjuti lagi.

Menurut informasi yang kami dapatkan, pelaku pelemparan pisang Daniel Alves sudah diketahui Identitasnya dan kabarnya dia mendapat hukuman berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola resmi seumur hidupnya.

Tentu adalah sebuah hukuman yang cukup berat pantas diberikan kepada pelaku rasisme dan semoga saja pelaku yang melempar kacang kepada ibra juga mendapatkan hukuman yang setimpat. Mari kita tentang bersama Aksi Rasisme dari dunia ini!

Ashley Cole Selangkah Lagi Gabung AS Roma

Ashley Cole Selangkah Lagi Gabung AS Roma

Defender Veteran asal Inggris itu semakin mendekat dengan AS Roma, I Lupi menjanjikan gaji sebesar 38 Ribu Poundsterling per pekan kepadanya.

Masa depan Ashley Cole usai masa kontraknya tidak diperpanjang oleh Chelsea kini semakin jelas saja. Setelah beberapa waktu lalu sempat diisukan bakal sepakat menjadi bagian dari lini pertahanan Liverpool, kini eks punggawa Arsenal FC itu disebut-sebut sudah mencapai kesepakatan secara personal dengan pihak AS Roma. Bahkan menurut informasi yang kami dapatkan dari Media Italia, sang Defender kini sedang dalam perjalanan menuju Italia untuk merampungkan kepindahan nya ke AS Roma termasuk menjalani tes medis.

Masih media yang sama juga mewartakan bahwa pihak AS Roma telah menjanjikan gaji sebesar 1,98 Juta Poundsterling per tahun atau sama dengan 38.000 Pounds per pekan nya. Andai berita ini benar, tentu saja peresmian status Cole akan terdengar dalam waktu dekat.

Ashley Cole, 33 tahun tidak diperpanjang kontraknya oleh pihak Chelsea setelah mengabdi di Stamford Bridge selama kurang lebih 7 tahun lamanya, ia didatangkan dari Arsenal FC di tahun 2007 silam.

Meski kini berstatus free Agent, masih banyak klub yang berminat untuk menggunakan servis Eks punggawa Tim Nasional Inggris itu, mulai dari Liverpool kemudian Manchester City, sampai AS Monaco dan sejumlah klub Major League Soccer, namun sang pemain sepertinya lebih tertantang berkarir di Italia musim depan.

AS Roma sendiri dipastikan berkiprah di ajang Liga Champions Eropa musim depan setelah berhasil finish sebagai runner up klasemen akhir Serie A Italia musim 2013/14 kemarin.

Sosok Winger Lincah Bernama Luis Nani

Sosok Winger Lincah Bernama Luis Nani

Luís Carlos Almeida da Cunha atau yang terkenal dengan nama Luis Nani. Sebagai seorang profesional ia bermain untuk negaranya yaitu Tim Nasional Portugal. Sebagai seorang yang lahir pada tanggal 17 November 1986 di Praia, Cape Verde, kini ia berusia 27 tahun. Postur tubuhnya sangat ideal dengan tinggi 175 cm dn berat 76 kilogram. Ketika ia bermain, ia berposisi sebagai seorang Winger lincah yang suka menjelajah dengan kecepatan lari dan dribel yang memukau dan mumpuni. Di usia muda ia mengawali karir sepak bola bersama dengan Real Massama pada tahun 200 sampai dengan 2003. Kemudian ia pindah ke Sporting C.P. junior tahun 2003-2005. Penampilannya terus berkembang. Dengan demikian, ia menarik perhatian tim senior untuk masuk.

Ia bermain bersama tim senior Sporting Lisbon selama dua musim (2005-2007). Selama musim tersebut ia bermain sebanyak 58 kali dengan jumlah 9 goal dibuatnya. Penampilan itu terbilang impresif terutama jika dikaitkan dengan gaya bermainnya yang sangat menarik dan atraktif dilapangan hijau. Sehingga membuat Manchester United rela membuang dana sebesar 25,5 juta Ponuds demi Nani ke Old Trafford. Debut pertamanya terjadi kala partai pra musim dengan melawan Shenzen F.C., sebuah klub asal China Tiongkok kala Manchester United menang besar 6-0 tanpa balas. Laga melawan Chelsea dalam Community Shield menjadi ajang goal pertamanya di laga resmi. Goal itu berhasil sebagai penyama kedudukan hingga akhirnya United menang lewat adu penalti, 3-0.

Sementara partai debutnya di ajang Pemier League adalah saat ia menggantikan Wayne Rooney saat melawan Reading pada tanggal 12 Agustus 2007. Goal pertama Nani tercipta saat bertemu dengan Tottenham Hotspur. Goal itu adalah goal jarak jauh sekitar 30 yard pada menit 69. Sebagai seorang Winger, dia seringkali membuat assist atau menkreasikan serangan menjadi goal untuk temannya. Pada bulan September di tahun yang sama, Nani harus menjalani partai reuni saat Manchester United harus bersua tim lamanya yaitu Sporting Club. Namun ia tak mencetak goal dalam laga itu. Salah satu laga terpanas yang pernah dijalaninya adalah partai lawan Arsenal di ajang FA Cup. Pada laga penting itu ia menyumbang banyak aksi demi kemenangan 4-0 United atas “The Gunners”.

Pada pertandingan seru itu, ia seringkali bersitegang dengan Captain Meriam London kala itu yakni William Gallas. Para pemain Arsenal dan pelatihnya sangat kecewa dengan insiden itu dan menyebut Nani sebagai pria “Sombong”. Namun ternyata Nani tidak ambil pusing dengan kejadian tersebut. Salah satu partai puncak yang dilakoninya adalah partai panas Final Liga Champions 2008. Meski hanya menjadi pemain pengganti dengan menjadi subtitute Wayne Rooney. Pada laga besar itu, ia berperan besar dalam kemenangan Manchester dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 dan berlanjut adu pinalti 6-5 setelah dua kali babak tambahan. Ia berhasil menjadi penendang ke-lima. Sekian musim bersama Manchester United berlalu, ia tetap winger lincah yang bisa diandalkan. Namun demikian, ia harus dipinjamkan kembali ke Sporting Lisbon hingga kini.

Luke Shaw, Pemain Belasan Tahun Termahal

Luke Shaw, Pemain Belasan Tahun Termahal

Luke Paul Hoare Shaw atau yang terkenal dengan nama Luke Shaw adalah pemain terbaru Manchester United yang punya propek cerah sebagai pemain muda Inggris masa kini. Sekarang ia masih berusia sangat muda yakni 19 tahun. Ia lahir pada tanggal 12 Juli 1995. Di Kingston Upon Thames, Surrey, Inggris. Ia mempunyaitingi badan 185 cm dan berat badan 78 kilogram. Sebagai seorang pemain kidal, ia layak bermain di posisi kiri. Ia merupakan pemain asli didikan Shouthampton akademi. Lebih tepatnya ia bermain untuk Shouthampton junior dari tahun 2003 sampai dengan 2011. Hingga akhirnya ia masuk tim senior Shouthampton dari tahun 2011 sampai dengan 2014 dengan 60 kali penampilan. Dan kini bermain bersama Manchester United.

Ia datang ke area latihan Manchester Merah setelah laga Piala Dunia di Brazil untuk Inggris. Di laga terakhir ia bermain untuk Inggris yang hanya bermain imbang dengan Costa Rica. Untuk pemain seusia dia, itu merupakan catatan yang bisa dikatakan impresif. Sebelumnya ia melengkapi penampilannya menjadi 67 kali bersama dengan Shouthampton senior. Ia sempat mengalami cerita pahit ketika ditolak masuk Chelsea junior. Tapi justru pilihannya bergabung dengan “The Soton” adalah pilihan yang tepat karena disini ia menemukan tempat yang tepat untuk berkembang hingga seperti sekarang ini. Akademi ini sebelumnya telah melahirkan nama-nama besar seperti pemain termahal dunia Gareth Bale dan bintang Arsenal Theo walcott.

Meski di era promosi Shouthamton menuju ke Premier League ia tidak selalu menjadi pilihan utama, tapi itu hal yang wajar mengingat usianya yang masih sangat belia. Ia sering berada di samping lapangan sebelum bermain. Namun bakatnya tak padam hingga akhirnya ia dapat membuktikkan diri pantas masuk skuad inti “The Saint”. Pada musim 2012/2013, ia bermain sebanyak 28 laga bersama tim utama dimana “The Soton” mampu finish di uturan ke 14 klasemen akhir liga Inggris. Tahun 2013/2014 menjadi track menanjak bagi karirnya. Ia pun semakin sering dipercaya pelatih untuk bermain. Di semua ajang ia mencatatkan diri bermain sebanyak 41 partai bersama Southampton. Kesuksesannya menarik perhatian tim-tim besar terutama di Liga Inggris. Hingga akhirnya ia memilih pindah ke Manchester United. Ini berbeda dengan pilihan dua rekannya yang lain, Adam Lallana dan Rickie Lambert yang hijrah ke kota pelabuhan Liverpool.

Kesepakatan kontrak bersama Manchester United sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 27 juni 2014. Ia dikontrak dengan durasi 4 tahun dengan opsi perpanjangan jika ia sukses bersama Man. United. Bisakah anda menebak nilai tranfer tersebut? Ya, dengan nilai jual sebesar 30 juta poundsterling, ia memecahkan rekor pemain bola usia belasan tahun termahal dunia. Chelsea sebenarnya mampu membayar lebih mahal dari itu, namun London Biru punya pertimbangan bahwa Shaw masih terlalu muda, dan Chelsea takut ia akan kurang mampu bersaing dengan skuad lain di ruang ganti pemain. Ini bisa jadi masalah bagi tim maupun klub. Karena pertimbangan itu, Chelsea membiarkan Shaw ke United.

Michael Carrick, Suksesor Roy Keane

Michael Carrick, Suksesor Roy Keane

Michael Carrick adalah seorang pemain bola asal negeri ratu Elizabeth, Inggris. Sekarang ia berusia 33 tahun, atau lebih tepatnya ia lahir pada tanggal 28 Juli 1981 di Wallsend, Inggris. Secara fisik ia mempunyai tinggi 188 cm dan beratnya 74 kilogram. Ia di kenal sebagai pemain gelandang tengah yang sangat ulet dan tangguh baik takle maupun duel udara. Awalnya karir seorang Michael Carrick dimulai di Wallsend Boys Club pada tahun 1986-1997 sebagai pemain belia. Kemudian ia bergabung dengan tim junior West Ham United pada tahun 1997. Di West Ham junior, ia bermain selama kurun waktu 2 tahun hingga 2009. Penampilannya cukup bagus, sehingga ia pun masuk tim senior “The Hammer”.

Selama membela tim senior West Ham, ia bermain sebanyak 136 penampilan dari tahun 1999 sampai dengan 2004. Selama itu ia mampu mencetak 6 buah goal. Penampilan yang terbilang bagus itu menarik perhatian dari Tottenham Hotspur, dan ia pun bermain selama 64 pertandingan selama 2 tahun dengan mencetak 2. Namun jumlah goal itu bukan indikasi utama terhadap penampilannya di sektor tengah “The Spurs”, melainkan permainan secara tim dan secara menyeluruh. United yang kala itu sedang butuh pemain hebat sebagai calon pengganti Roy Kane pun sangat tergila-gila dengan Carrick. Maka diboyonglah Michael ke Old Trafford. Sejauh ini ia bermain sebanyak 245 pertandingan bersama Manchester Merah dengan 16 goalnya. Awal karir timnaanya dimulai lewat England U-18 dengan hanya 4 kali bermain. Kemudian ia juga membela panji England U-21 ditahun 2000-2003 sejumlah 14 laga dengan 2 goal raihannya. Kemudian, ia masuk tim senior Inggris hingga sekarang.

Awalnya klausul pembelian Manchester United atas Michael Carrick dari Tottenham Hotspurs ditolak mengingat “The Lily White” masih sangat butuh pemain seperti Carrick. Terlebih Martin Jol, pelatih Spurs kala itu, sangat menyukai pemain ulet tersebut. Namun akhirnya kesepakatan terjadi antara mereka untuk jual-beli Carrick ke Manchester pada tanggal 28 Juli 2006. Sempat tidak dipublikasikan mengenai jumlah nilai tranfernya. Akhirnya pihak Spurs memberi klaim harga yaitu 14 juta Poundsterling. Nilai itu masihbisa bertambah menjadi 18,6 juta Poundsterling jika penampilan Carrick terus menanjak. Kala itu ia merupakan pemain termahal MU ke enam. Sebagai calon suksesor Robbie Keane, ia pun langsung mendapat nomor punggung 16.

Debut pertama di liga Inggris adalah ketika MU bertanding melawan Charlton Athletic pada tanggal 23 Agustus tahun itu dengan kemenangan besar 3-0. Goal pertamanya dicetak pada tanggal 13 Januari 2007 kala menjamu Asto Villa dengan skor akhir 3-1. Ia juga sempat mencetak goal pertama diajang tertua FA Cup, goal yang sekaligus menghindarkan MU dari kekalahan atas Reading pada 17 Februari 2007. Kemudian di laga yang lebih akbar, ia menyumbang goal pertama di Liga Champion kala Manchester United menghancurkan A.S. Roma dengan skor yang sangat dan sangat fantastis, 7-1 di kandang. Kedatangan Owen Hargreaves menjadi tantangan besar baginya untuk bersaing sebagai skuad utama. Namun ternyata masalah utama datang dari diri sendiri yaitu soal badai cedera. Namun demikian ia masih termasuk pemain utama hingga era kepergian Alex Ferguson dan sekarang, dan kontraknya diperpanjang hiingga tahun depan.

Tersingkir, Rooney Minta Maaf Kepada semua Fans

Tersingkir, Rooney Minta Maaf Kepada semua Fans

Striker Manchester United itu menuturkan permohonan maaf kepada seluruh Fans dan Rakyat Inggris yang telah mendukung mereka, termasuk yang berada di Brasil.

Tim Nasional Inggris adalah sebuah kejutan di Turnamen Piala Dunia 2014, kejutan tersebut bukan soal keberhasilan mereka dalam kompetisi itu melainkan kegagalan. Ya, Inggris menjadi tim Eropa kedua setelah Spanyol yang harus mengakhiri perjuangan mereka di ajang Piala Dunia 2014 ketika baru menginjak pekan kedua Fase Group. Inggris yang nasibnya bergantung pada Italia harus rela melepas kans ke babak 16 Besar setelah Azzuri dikalahkan oleh Kosta Rika.

Para pemain Inggris, termasuk Wayne Rooney salah satunya tentu saja sangat terpukul dengan fakta tersebut, ia pun merasa sangat kecewa dan memohonkan maaf kepada para fans The Three Lions baik yang mendukungnya di Inggris terlebih yang ikut terbang ke Brasil.

Melalui akun Facebook resmi miliknya, Rooney berucap :

“Saya nya benar-benar hancur tersisih dari Piala Dunia, kami telah menjalani tiap Dua pertandingan sebelumnya dengan penuh percaya diri, sayang hal tersebut tetap tidak berhassil. Maaf kepada semua fans yang telah mendukung kami selama ini, baik yang berada di Inggris juga yang ikut ke Brasil karena kami tidak bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk kalian… sangat menyakitkan!”

Kendati perjuangan telah berakhir, Rooney dan rekan-rekan Tim Nasional Inggris masih memiliki kesempatan untuk menghibur para pendukung mereka dengan cara memenangi pertandingan kontra Kosta Rika, setidaknya kepulangan mereka tidak diwarnai dengan kekalahan.

Laga Inggris kontra Kosta rika akan berlangsung pada 24 Juni mendatang di Belo Horizonte.

Ronaldo Sempat Ragukan Brasil bisa atasi Kolombia

Ronaldo Sempat Ragukan Brasil bisa atasi Kolombia

Sang Legenda sempat mengakui Kolombia bermain baik disepanjang turnamen, dan akan membahayakan langkah Brasil, pemain yang disoroti Ronaldo adalah James Rodriguez.

Langkah Brasil untuk menjadi tuan rumah yang sukses di turnamen Piala Dunia 2014 ini semakin diyakini setelah mereka berhasil melangkah ke babak semifinal final usai mengalahkan Tim Nasional kolombia di babak 8 Besar. Tim samba telah berhadapan dengan Kolombia yang juga merupakan wakil dari Amerika Latin di babak perempat final. Tentu saja, rakyat Brasil senang pasukan Scolari bisa memenangkan laga tersebut untuk melangkah ke babak semifinal, tak terkecuali legenda tim yakni Ronaldo Luis Nazario De Lima.

Ya, Eks pemain Real Madrid CF juga FC Barcelona itu bahagia tim samba meraih sukses termausk ketika berhadapan dengan Tim Nasional Kolombia di babak perempat final. Kendati demikian, ternyata eks pemain Inter Milan yang pernah mempersembahkan trofi piala dunia kepada Selecao itu sempat mengaku sedikit ragu karena Kolombia adalah salah satu tim terkuat dalam turnamen ini.

“Kami sebagai pendukung Brasil tentu saja menolak timnas menderita, seperti kemarin ketika melawan cili, terlebih lagi Kolombia bermain sangat bagus di trunamen ini” Ujar sang Legenda.

Disamping itu, Ronaldo juga mengingatkan Brasil agar menjaga ketat James Rodrigues, si pemegang top skorer sementara di Piala Dunia 2014 ini dengan catatan 5 gol nya.

“Mereka berhasil menunjukkan bakat yang dimiliki James Rodriguez dalam turnamen ini, dia adalah pemain yang sangat spesial” Imbuhnya.

Kolombia sendiri adalah salah satu tim yang berhasil menyapu bersih empat laga terakhir di Piala Dunia 2014 ini, sayangnya langkah mereka harus terhenti di babak perempat final.

MU siapkan 80 Juta Pounds untuk Duo Cili

MU siapkan 80 Juta Pounds untuk Duo Cili

Klub berjulukan Setan Merah itu disebut-sebut siap menggelontorkan dana sebesar 80 Juta Poundsterling untuk bisa menggaet dua bintang Cili yakni Alexis Sanchez dan Arturo Vidal.

Manchester United, klub raksasa Eropa yang dipastikan tidak bisa tampil di turnamen Eropa musim depan itu terus bergerak dalam bursa transfer musim panas tahun 2014 ini. Sampai berita ini diturunkan, mereka baru menggaet dua pemain, mereka adalah Ander Herrera yang didatangkan dari Athletic Bilbao kemudian Luke Shaw yang digaet dari Southampton FC. Kabarnya, perjalanan Setan Merah di bursa transfer musim panas tahun ini terus berlanjut, bahkan target terbaru mereka berjumlah dua orang, dimana dua pemain tersebut berasal dari negara yang sama.

Ya, Adalah Arturo Vidal dan Alexis Sanchez, Duo pemain Tim Nasional Cili itu menjadi incaran United selanjutnya. Bahkan menurut informasi yang kami dapatkan dari media Inggris, Setan Merah sedang dalam tahap negosiasi dengan klub pemilik masing-masing pemain tersebut, yakni Juventus dan FC Barcelona.

Tidak sampai disitu saja, Pihak Setan Merah juga kabarnya telah menyiapkan dana untuk bisa menggaet kedua pemain tersebut. Yang pertama Alexis Sanchez, sebesar 32 Juta Poundsterling siap dilayangkan kepada Barcelona sedangkan untuk Arturo Vidal, Manchester United sudah menyiapkan dana sebesar 48 Juta Poundsterling. Jadi bisa dikatakan, Setan Merah akan melepaskan dana sebesar 80 Juta Poundsterling untuk bisa merealisasikan transfer tersebut.

Baik Alexis Sanchez dan Arturo Vidal sama-sama pemain yang hebat ketika membela klub mereka masing-masing, keduanya juga bermain baik ketika membela Tim Nasional Cili di Turnamen Piala Dunia 2014 meski akhirnya tersingkir.

Rodrigo Palacio Melanjutkan “Argentina Connection”

Rodrigo Palacio Melanjutkan “Argentina Connection”

Rodrigo Palacio adalah pemain Inter Milan asal Argentina. Ia terbilang pemain yang mempunyai pemampilan unik. Potongannya yang cenderung plontos ternyata diberi kucir unik. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti saja tulisan ini sampai selesai. Palacio bernama lengkap Rodrigo Sebastián Palacio Alcalde. Saat ini usianya sudah menginjak kepala 3, lebih tepatnya 32 tahun mengingat ia adalah pria kelahiran 5 Februari 1982. Ia seorang pemain depan atau striker. Tinggi badannya adalah 175 centimeter dengan berat 78 kilogram. Awal karir palacio muda adalah di klub lokal Bella Vista selam 12 tahun dari tahun 1990-2002. Setelah itu ia pindah ke Huracan selama satu musim kompetisi (2002-2003). Di tahun itu ia hampir selalu bermain (53 kali) dengan mencetak 15 goal.

Kemudian ia bermain untuk Banfield selama dua musim (2003-2005) dengan penampilan yang bertambah tapi menurun dratis soal menceta goal. Di dua musim itu ia hanya membukukan 9 goal. Walaupun penampilannya menurun, tapi tak membuat Boca Junior mengurungkan niatnya menarik Rodrigo Palacio. Kepercayaan Boca dibayar dengan penampilannya yang selalu konsisten. Ia termasuk striker yang tajam dengan banyak goal yang sering diciptakannya. Palacio membuat 54 goal selama empat musim berseragam Boca Juniors dari 131 penampilannya. Maka tidak salah jika ditahun tersebut ia mulai dipanggil ke skuad tim nasional Argentina hingga sekarang. Panggilan tim nasional itu termasuk saat Piala Dunia 2014 di Brazil kemarin. Walau kenyataannya ia selalu betah hanya di bangku cadangan kalah bersaing dengan Leonel Messi dan Gonzalo Higuain.

Namun di level timnas, ia baru mencetak 3 goal saja dari 27 laga yang dijalaninya. Ini tentu bukan catatan yang baik jika dibanding dengan kemampuannya di tingkat klub. Radar klub-klub Eropa mulai mendeteksi kinerja Palacio di lapangan hijau. Sebenarnya ia menarik sejumlah klub besar, namun ia lebih memilih Genoa sebagai klub Eropa pertamanya. Banyak yang menyebut itu adalah alasan adaptasi, sehingga ia lebih memilih klub kecil lebih dahulu. Liga Italy pun dipilih bukan tanpa alasan, Italy dan atau Spanyol memang lahan yang tepat bagi pemain Latin mengadu nasib dunia sepak bola. Selain itu kedua negara itu memang mempunyai budaya yang serupa dengan Argentina sehingga ia tidak akan sulit beradaptasi.

Kenyataan membuktikan Palacio bisa betah berlama-lama di negeri Menara Pissa itu. Di Genoa ia bermain selama 3 musim. Selama itu ia bermain sebanyak 90 kali dengan raihan 35 goal. Capaian itu terbilang bagus karena tim-tim Italy adalah tim-tim yang suka memakai taktik pertahanan super, atau yang terkenal dengan sebutan Catenaccio. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran klub lain di Serie-A. Klub itu adalah Inter Milan. Inter sendiri sudah terbiasa dengan servis dari pemain-pemain dari Argentina seperti yang paling menonjol adalah Javier Janetti, Diego Milito, Walter Samuel, dan Esteban Cambiaso. Kultur itu menjadi alasan kuat bagi Rodrigo berlabuh ke kota Milan.