Jordan Henderson dan Komitmennya Bersama Liverpool

Jordan Henderson dan Komitmennya Bersama Liverpool

Gelandang muda andalan Liverpool, Jordan Henderson akhirnya menjawab semua keraguan banyak pihak terkait masa depannya di Anfield. Pemain 24 tahun itu mematikan diri untuk bertahan di Anfield hingga tahun 2020 mendatang usai menyepakati kontrak baru yang ditawarkan oleh pihak klub. Hal ini lantas menampik semua rumor yang menyatakan jika ia akan segera hengkang dari Liverpool dan menerima tawaran dari beberapa klub elit seperti Manchester City yang dikabarkan sangat meminati pria Inggris itu.

Jordan Henderson menjelma menjadi seorang gelandang tangguh yang diproyeksikan menjadi pengganti kapten Liverpool, Steven Gerrard yang dipastikan akan hengkang di akhir musim nanti. Gerrard yang telah 17 musim terakhir bermain untuk Liverpool akhirnya memutuskan untuk hengkang dan akan bergabung dengan klub MLS, Los Angeles Galaxy. Dengan hengkangnya Gerrard, Henderson yang kini menjadi wakil kapten pun berpotensi besar untuk menggantikan peran pemain 34 tahun itu.

Henderson sendiri bermain sangat luar biasa bersama Liverpool sejak didatangkan dari Sunderland pada 2011 silam. Meski sempat kesulitan di musim pertamanya bersama skuat The Anfield Genk, perlahan namun pasti performa pemain 24 tahun itu mulai terlihat sangat oke. Ia akhirnya berhasil merebut hati manajer Brendan Rodgers yang mempercayainya sebagai jangkar di lini tengah The Reds bersama sang kapten, Steven Gerrard. Usai hengkangnya bek sekaligus wakil kapten, Daniel Agger, jabatan kapten kedua pun diserahkan ke pemuda 24 tahun itu.

Rumor terkait masa depan Henderson pun mulai mengapung usai kontrak si pemain bersama Liverpool tinggal menyisakan satu musim lagi. Bahkan, kabar berhembus jika Henderson sempat menolak tawaran kontrak anyar dari manajemen klub yang menawarinya gaji sebesar 100.000 poundsterling per pekan. Kabar ini pun membuat para The Kops was-was. Terlebih ada nama Manchester City yang tengah ancang-ancang untuk mencuri Henderson di bursa transfer musim panas nanti. Klub kaya raya itu memang santer dikabarkan akan mendatangkan pemain berdarah Inggris itu guna mengatasi kepergian beberapa punggawa mereka yang hengkang di akhir musim nanti.

Akan tetapi, semua teka-teki terkait masa depan Henderson pun terjawab sudah. Pemain internasional Inggris itu akhirnya memutuskan untuk bertahan dengan menerima tawaran yang diajukan oleh pihak klub. Hal ini tentu sangat melegakan bagi semua pihak termasuk bagi sang pemain yang mengungkapkan rasa bahagianya karena akhirnya bisa memutuskan untuk berkomitmen lebih lama lagi bersama Liverpool. Setidaknya ia akan bertahan di Anfield hingga lima musim ke depan sebagai pemain penting skuat yang kini diasuh oleh Brendan Rodgers. Selama berkarir di Anfield, Henderson telah melakoni laga sebanyak 180 penampilan di semua kompetisi dengan mengoleksi 20 gol. Jumlah itu tentu akan semakin bertambah seiring dengan durasi kontrak yang masih berlanjut hingga 2020 mendatang.

Siapa Pesepakbola Terbaik Dunia Versi Eric Cantona ?

Siapa Pesepakbola Terbaik Dunia Versi Eric Cantona ?

Barcelona – Ajang pertandingan sepakbola dapat dikatakan sebagai pertandingan yang selalu menarik untuk diikuti baik pertandingan klub ataupun pertandingan antar negara seperti piala dunia. Gemerlap dan beragam cerita tentang sepakbola pun tidak lepas dari kisah para penggawa lapangannya atau pemain sepakbola itu sendiri. Untuk beberapa tahun belakang, tidak dapat diungkiri bahwa 2 nama besar seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo merupakan 2 tokoh yang digadang-gadang sebagai pemain sepakbola terbaik di Dunia. Persaingan mereka pun yang lebih dikenal dengan laga El-Classico sendiri merupakan salah satu pertandingan yang banyak dinantikan oleh para football lover.

Meski banyak orang banyak pendapat yang menggadang-gadang dan memberikan julukan pemain terbaik pada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tapi pendapat berbeda datang dari Cantona. Untuk anda yang belum mengenal Cantona, Cantona adalah salah satu legenda sepakbola Manchester United. Pemain yang mempunyai nama lengkap Eric Daniel Piere Cantona ini telah merumput di Machester United dari tahun 1992-1997 dengan koleksi 64 koleksi gol. Selain sebagai salah satu pilar Setan Merah pada era-nya, ia juga pernah tergabung dalam squad timnas Perancis. Pemain yang juga berprofesi sebagai aktor ini mengatakan bahwa pemain sepakbola terbaik saat ini adalah Javier Pastore.

Sedikit mengulas mengenai Javier Pastote untuk anda yang belum terlalu mengenal sosok yang satu in, ia adalah salah satu pemain sepakbola yang membela salah satu tim sepakbola besar yaitu Paris-Saint-Germain. Pemain berusia 25 tahun ini memulai karir sepakbolanya pada tahun 2007 di sebuah klub sepakbola Argentina, Talleres dan mulai bermain untuk klub sepakbola Paris-Saint-Germain sejak tahun 2011 hingga saat ini.

Javier Pastore yang bermain di posisi midfielder atau gelandang tengah ini menunjukkan performa yang cukup bagus ketika tergabung dengan tim sepakbola Paris-Saint-Germain dengan mengoleksi 20 gol dari 115 penampilannya bersama klub ini. Mungkin hal inilah yang membuat pemain sepakbola legenda sekelas Eric Cantona mengagumi permainan pemain yang lahir pada 20 juni 1989 ini.

Dikutip dari wawancara ekslusif media massa sepakbola dengan Eric Cantona, Eric Cantona mengatakan bahwa Javier Pastore memiliki hal yang istimewa dalam permainannya. Beliau juga mengatakan bahwa, Javier Pastore adalah sosok pemain sepakbola paling kreatif di dunia. Anda tentu penasaran mengenai pendapat Javier Pastore setelah mendapatkan pujian dari pemain legenda Manchester United ini, Javier Pastore menanggapi hal tersebut dengan cukup rendah hati dan bijaksana. Dia mengungkapkan rasa terima kasih atas pujian yang dillontarkan oleh Eric Cantona. Ia juga menambahkan bahwa ia tidak sependapat dengan Eric Cantona mengenai hal tersebut dan ia juga tidak ingin membandingkan dirinya dengan para pemain terbaik sekelas Messi dan Ronaldo.

Dortmund Tentukan Thomas Tuchel sebagai Pilihan Pengganti Klopp

Dortmund Tentukan Thomas Tuchel sebagai Pilihan Pengganti Klopp

Dortmund – Sebagian besar dari anda tentunya mengenal tim yang sepak bola yang satu ini, Dortmund. Dortmund adalah klub sepakbola Jerman yang mempunyai basis di kota Dortmund. Klub yang identik dengan lambang yang didominasi warna kuning ini bermain di Bundesliga dan tercatat sebagai salah satu tim sepakbola yang sukses dalam sejarah sepakbola Jerman. Mengulas sedikit lebih banyak mengenai Die Borussen, tim sepakbola yang memiliki nama Ballspielverein Borussia 09 e.V. Dortmund ini didirikan 105 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1909. Yang menarik mengenai berdirinya klub sepakbola Jerman ini adalah pendirinya yang terdiri dari 17 orang pesepakbola dari kota Dortmund.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa tim yang dipresideni oleh Dr Reinhard Rauball ini merupakan salah satu tim sepakbola yang sukses dalam sejarah sepakbola Jerman. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang berhasil dicapai dan ditorehkan oleh tim sepakbola ini. Dalam liga domestik saja, The Black Yellows telah memenangkan 8 kali piala Bundesliga, DFB-pokal sebanyak 3 kali, DFL-supercup sebanyak 6 kali dan Oberliga West sebanyak 6 kali. Selain berkuasa di wilayahnya, Dortmund juga menunjukkan taringnya di Eropa dengan pernah memenangkan liga Champion UEFA dan piala winner UEFA.

Terdapat kabar terbaru mengenai tim sepakbola Dortmund yang telah menunjuk sosok pelatih baru yang akan menggantikan nama Juergen Klopp, sosok yang dimaksud adalah Thomas Tuchel. Thomas Tuchel adalah salah satu pensiunan pemain sepakbola Jerman yang memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam melatih dan memenejeri klub sepakbola. Pelatih sepakbola berusia 41 tahun ini memulai awal karir sebagai pelatih pada tahun 2000 sebagai pelatih tim sepakbola VFB Stuttgart untuk tim dibawah umur 19 tahun dan kembali melatih FC Ausburg setelah 5 tahun. Selain melatih 2 tim yang disebutkan sebelumnya, ia juga masih aktif melatih tim sepakbola Mainz.

Kabar akan Thomas Tuchel yang akan menandatangani kontrak untuk melatih The Black Yellows sendiri telah dikonformasi kebenarannya melalui situs website resmi Dortmund. Menurut kabar yang dikutip dari website resminya, Thomas Tuchel menyetujui kontrak melatihnya untuk 3 tahun ke depan. Ia akan mulai aktif melatih Dortmund terhitung 1 Juli 2015 mendatang dan akan diperkenalkan secara resmi di depan khalayak pada akhir musim ini. Hal itu juga menjadi informasi terakhir mengenai penunjukkan pelatih Die Borussen ini, pihak Dortmund mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan atau berkomentar lagi mengenai hal ini hingga akhir musim.

Berbeda dengan Tuchel yang belum mengonfirmasi langsung ke publik tentang kontrak barunya, pelatih sebelumnya, Kloop telah mengonfirmasi tentang kepergiannya meninggalkan tim sepakbola Die Borussen yang belakangan ini menunjukkan performa yang kurang baik.

Guardiola akan Pindah ke Manchester City ?

Guardiola akan Pindah ke Manchester City ?Guardiola akan Pindah ke Manchester City ?

Performa Manchester City belakangan ini diangkap menurun terus menerus yang membuat para pihak The Citizens menyayangkan hal tersebut. Fenomena itu terjadi bisa terjadi bisa karena beberapa hal termasuk pelatih yang tidak kompeten. Pellegrini yang sekarang ini adalah pelatih dan manager City dianggap telah gagal dan berkemungkinan besar untuk tidak dikontrak lagi untuk musim depan.

Pelatih memang terbukti dapat meningkatkan performa semua anggota tim meskipun tidak bekerja secara langsung. Tugas manager meskipun tidak terlibat secara fisik, mereka harus mengetahuii strategi yang akan digunakan lawan sekaligus mendapatkan cara untuk menghalahkannya. Pellegrini bisa dibilang gagal menentukan straetgi terbaik melawan tim-tim lain oleh karena itu dari pihak The Citizens akan mencari penggantinya secepat mungkin.

Ada satu kandidat yang sangat mungkin dijadikan pengganti pelatih yang sekarang ini dan dia adalah Guardiola. Sebagai pelatih, dia bisa dibilang cerdik dan cekatan. Dengan pengalamannya sebagai manajer, dia bisa menjadi aset yang sangat potensial bagi kubu City. Kemungkinan untuk memanangkan pertandingan dan maju ke babak final akan meningkat jika pelatih atau managernya sekelas Guardiola. Tidak hanya dia bepengalaman sebagai pelatih, dia juga berpengalaman sebagai pemain sepak bola. Oleh karena itu tidak heran jika pemain yang dilatihnya akan merasa ada kecocokkan.

Alasan The Citizens mengincarnya bukan hanya karena prestasinya, akan tetapi juga karena kontraknya yang sudah akan habis dengan Bayern di tahun 2016. Kesempatan emas ini tidak akan disia-siakan begitu saja oleh City karena tidak akan ada pelatih dan manager yang sehebat Guardiola. Oleh karena itu, The Netizen sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk menjadikan dia sebagai pelatih di Manchester City. Jawaban dari Guardiola sangatlah mengejutkan.

Dia ternyata ingin tetap berada di Bayern hingga musim depan. Tujuan dia mempertahankan posisinya di Bayern sangatlah sederhana namun itu adalah impian semua tim sepakbola. Dia ingin timnya maju ke hingga menjadi juara termasuk menang melawan Hertha yang akan dihelat hari Sabtu nanti. Tidak hanya itu, dia juga mempunyai tanggung jawab yang tidak bisa dilepaskan begitu saja karena dia ingin tim Bayern dapat memperbaiki keadaan mereka setelah minggu lalu kalah dari Porto.

Untuk bisa membalikkan keadaan, Guardiola harus membawa timnya menang dengan selisih 2 gol. Terlihat sebuah usaha yang sedikit sulit untuk dilakukan, akan tetapi melihat kualitas dari pelatih yang diinginkan oleh The Citizens, sepertinya kemenangan adalah bukan hal yang mustahil. Pada intinya perpindahan Guardiola ke Manchester City hanyalah rumor yang beredar saja. Akan tetapi bukan berarti apa yang dikatakannya bisa menjadi kenyataan. Tetap saja ada kemungkinan dia pindah ke City setelah pertimbangan dan apapun yang terjadi di musim ini sebelum kontraknya benar-benar berakhir.

Raiola Kewalahan Transfer Pogba

Raiola Kewalahan Transfer Pogba

Bulan Oktober tahun 2014 lalu, Paul Pogba menandatangani kontrak barunya dengan Juventus. Kontrak baru tersebut mempunyai durasi waktu sepanjang lima tahun. Namun sayangnya keputusan perjanjian kontrak tersebut ternyata tak dapat menjamin Paul Pogba dapat bertahan di Bianconeri. Agen Pogba yang bernama Mino Raiola mengatakan bahwa jika suatu saat nanti datang sebuah tawaran yang menggiurkan dengan harga yang sesuai, maka klub besar Italia itu pun bersedia untuk menjual Paul Pogba di bursa transfer saat musim panas mendatang. Raiola juga menambahkan bahwa sang klien, Paul Pogba tak masalah jika harus hengkang dari Torino sebelum kontrak berakhir asalkan dipatok dengan harga yang sesuai.

“Kontrak baru memang baru saja diperpanjang hingga lima tahun ke depan dan sudah ditandatangani oleh Paul Pogba. Namun kami semua pria dan kami semua tahu jika nantinya akan ada tawaran yang datang dan kami menilai harganya sesuai, kami pun siap untuk menjual Pogba,’’tutur Raiola pada salah satu media lokal. Raiola juga mengaku bahwa terdapat 20 telepon perhari bahkan lebih yang ditujukan untuk dirinya untuk membicarakan soal masa depan Paul Pogba.

Tidak menjadi suatu hal yang mengherankan jika Paul Pogba menjadi incaran beberapa klub besar asal Eropa. Hal tersebut juga diimbangi dengan prestasi gemilang yang diberikan Paul Pogba bersama Si Nyonya Tua. Beberapa klub besar Eropa yang dikabarkan akan membeli Paul Pogba diantaranya Manchester United, Manchester City, Barcelona, Real Madrid dan Paris Saint-Germain. Menurut kabar yang sedang berhembus kencang, klub besar Eropa tersebut tengah dalam perburuannya untuk mendapatkan sosok gelandang asal Perancis tersebut. Bahkan Raiola juga memiliki dugaan bahwa kliennya tersebut berpotensi dapat menghadirkan rekor baru dalam transfer pemain antar klub di dunia sepak bola internasional.

Dengan melihat kondisi tersebut, Raiola beranggapan bahwa Juventus akan mendapat keuntungan jika nantinya Paul Pogba dibeli oleh klub lainnya. Apalagi jika penjualan Paul Pogba tersebut dilakukan dengan harga yang tinggi. Maka uang hasil penjualan tersebut nantinya dapat memperkuat skuat Juventus pada sejumlah sektor. Raiola juga menambahkan bahwa Bianconeri perlu untuk melakukan revitalisasi tim. Jika Juve tidak melakukan hal tersebut maka dikhawatirkan prestasi Bianconeri akan merosot pada tahun-tahun berikutnya.

Paul Pogba lahir pada 15 Maret 1993 di Perancis. Pogba bermain sebagai posisi gelandang. Sebelum bermain di Juventus, ia pernah membela klub Manchester United. Bersama MU ia digambarkan sebagai pemain yang terampil, kreatif dan kuat. Setelah itu pemain berusia 22 tahun tersebut hengkang ke Juventus. Di Torino ia mendapat julukan yang berbeda. Polpo Paul yang artinya Paul Si Gurita. Julukan ini diberikan karena bentuk kakinya yang panjang seperti tentakel saat berlari ataupun saat melakukan tackle.

Masa Depan Pelatih Liverpool Suram ?

Masa Depan Pelatih Liverpool

Saat ini masa depan pelatih Liverpool sedang dipertanyakan. Sang pelatih The Reds saat ini, Brendan Rodgers dikabarkan akan hengkang dari klub asal Inggris tersebut dalam waktu dekat. Dan di saat kabar angin itu berhembus dengan kencang, tiba-tiba muncul sebuah nama yang menyatakan bahwa dirinya siap untuk menjadi pelatih The Reds yang baru jika Liverpool jadi untuk melakukan pemecatan terhadap Brendan Rodgers. Dia adalah Christophe Galtier, sang pelatih Saint Etienne

Usai mengalami kekalahan pada pertandingan Liverpool lawan Aston Villa dengan skor 1-2 pada semifinal Piala FA, masa depan dari Brendan Rodgers semakin dipertanyakan. Dengan kekalahan tersebut, The Reds harus rela pulang dan mengakhiri musim pertandingan tanpa adanya gelar dalam tiga tahun berturut-turut. Dimana rentang waktu selama tiga tahun tersebut merupakan masa kepemimpinan dari Brendan Rodgers. Masa kepemimpinan yang buruk tersebut sekaligus menyamai rekor buruk ketika Liverpool dilatih oleh Phil Taylor. Kondisi tersebut membuatnya sangat wajar jika kemampuan Rodgers diragukan untuk melatih klub besar seperti Liverpool.

Dengan melihat kondisi Si Merah yang tidak produktif, banyak media di Inggris pun yang berani untuk menyebarkan gosip panas terkait siapa yang pantas untuk menjadi pelatih The Reds berikutnya. Berita tersebut akhirnya turut menggoyang tahta Brendan Rodgers yang menjabat sebagai pelatih Liverpool saat ini. Media di Inggris menyebutkan beberapa nama yang dianggap pantas menjadi pengganti pelatih asal Irlandia Utara tersebut. Nama tersebut yakni Rafael Benitez, Andre Villas-Boas hingga Juergen Klopp.
Namun dari sederet nama tersebut muncullah seseorang pelatih yang tengah naik daun yang menyatakan ketertarikkannya untuk melatih Liverpool. Orang tersebut iadalah Christophe Galtier. Christophe Galtier saat ini menjabat sebagai pelatih St. Etienne. Pelatih yang berusia 47 tahun tersebut juga secara terang-terangan mengungkapkan bahwa Liverpool merupakan tujuan berikutnya untuk merentangkan karirnya. Ia menambahkan bahwa melatih klub besar seperti The Reds merupakan salah satu impiannya. Christophe Galtier sendiri sudah bersama St. Etienne sejak tahun 2009 lalu. Sederet prestasi juga ia torehkan bersama klub Perancis tersebut. Salah satu prestasi terbesar yang ia berikan yaitu gelar Piala Perancis pada musim 2012/2013.

Christophe Galtier adalah seorang warga negara Perancis yang lahir di Marseille pada 28 Agustus 1966. Sebelum memulai karir sebagai pelatih ia merupakan seorang pemain sepak bola. Awalnya ia bermain di klub Marseille kemudian berpindah-pindah ke Lille, Angers, Toulouse, Nimes, Monza dan memutuskan pensiun di klub Liaoning. Setelah memutuskan pensiun, ia pun mencoba mengembangkan karir sebagai pelatih. Awal kepelatihannya dimulai di Marseille dan Aris Thessaloniki. Setelah itu ia pun pindah ke beberapa klub sebagai asisten manajer. Hingga pada akhirnya ia menjadi pelatih utama klub St. Etienne sejak 2009 hingga sekarang.

Kondisi David Silva Membaik

Kondisi David Silva Membaik

Seperti yang diketahui bahwa pada hari Minggu (19/04/2015) lalu Manchester City mengalami musibah pada salah satu pemainnya. David Silva seketika langsung tergolek lemas di tengah lapangan setelah wajahnya terkena sikut oleh pemain West Ham United, Cheikhou Kouyate. Kondisi Silva yang histeris kesakitan sambil menutupi bagian wajahnya itu langsung membuat tim medis berlarian ke tengah lapangan dan segera memberi masker oksigen pada gelandang asal Spanyol tersebut. Pemberian masker oksigen pada Silva menandakan bahwa cedera yang dialaminya terlihat cukup serius.

Di tengah lapangan Etihad Stadium tersebut, Silva dirawat oleh tim medis hingga 10 menit lamanya. Dirasa sudah tak mampu melanjutkan permainan, akhirnya pemain yang berusia 29 tahun itu pun diganti dengan gelandang Sami Nasri. Silva yang terlihat masih kesakitan di bagian wajahnya terpaksa digotong menggunakan tandu untuk keluar dari lapangan. Sedangkan Kouyate langsung mendapat ganjaran kartu kuning karena insiden sikutnya tersebut. Begitu Silva keluar dari lapangan, ia pun langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengecekan lebih lengkap.

Cedera yang dialami Silva sontak membuat pihak The Citizens merasa khawatir. Manajemen dari Manchester City berharap bahwa tak ada dugaan pemainnya tersebut terkena cedera leher atau tulang pipi. Manuel Pellegrini, pelatih City juga mengatakan bahwa dirinya sangat berharap besar agar Silva dapat bermain kembali pada pertandingan selanjutnya. Menurut jadwal, kubu Pellegrini akan berhadapan dengan Aston Villa pada hari Sabtu (25/04/2015). Ia juga berharap bahwa insiden sikut Kouyate tersebut bukanlah insiden yang disengaja. Hal serupa juga dilontarkan oleh rekan sesama tim, Fernando. Ia berkeyakinan bahwa rekan sesama timnya tersebut baik-baik saja.

Namun, ternyata kekhawatiran yang dialami The Citizens tak menjadi kenyataan. Tes yang dilakukan Silva di rumah sakit menunjukkan kabar yang baik. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa tak ada yang perlu diresahkan dari Silva. Ia tak mengalami retak di tulang pipi ataupun cedera yang serius lainnya. Kabar baik ini tentunya sedikit membuat hati sang pelatih merasa lega. Namun walau demikian, pihak City tetap selalu memantau kondisi Silva selama satu minggu ke depan. Silva sendiri juga melakukan konfirmasi atas kondisinya melalui akun twitter miliknya. Ia mengatakan bahwa semua tes dan pengecekan kesehatan sudah dilakukan. Saat ini dirinya sudah bisa pulang ke rumah. Ia juga mengucapkan terima kasih pada fans atas dukungan dan support yang diberikan.

Pertandingan The Manchester City Vs West Ham United menghasilkan skor 2-0 untuk kubu Pellegrini. Kemenangan The Citizens tersebut dibayangi oleh cedera yang dialami oleh salah satu pemainnya. Namun meski demikian, City tetap dapat meraih 3 poin penuh atas keunggulannya itu.

Mata Mengaku Bangga Setelah Setan Merah Tampil Offensive

Mata Mengaku Bangga Setelah Setan Merah Tampil Offensive

Manchester United, sebuah tim yang cukup ditakuti di dunia persepakbolaan ini memang disegani tim-tim lainnya. Jika sebuah tim akan melawan MU, tentu saja berlaga melawan Setan Merah ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena MU merupakan salah satu tim yang dapat bermain ofensif dan juga defensif sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Pada laga melawan Chelsea beberapa waktu lalu. MU kembali membuktikan bahwa pemain mereka memang tetap berada pada level di atas rata-rata walaupun kunjungan MU ke Stamford Bridge menjadi sia-sia ketika dikalahkan oleh The Blues di akhir laga.

Kendati MU pulang dengan tangan hampa tanpa membawa kemenangan ketika bertandang ke rumah Chelsea, Mata sebagai salah satu pemain MU merasa bangga setelah melihat timnya tersebut bermain cukup ofensif dan tentu saja itu adalah merupakan hal yang baik. Selain MU mendapatkan momentum untuk pamer perihal dua orang punggawa barunya, MU juga berkesempatan untuk membuat Chelsea kalang kabut dengan pemain ofensif dari MU. Perihal kebanggaan tersebut sempat dituliskan oleh mata lewat blog pribadinya setelah bertanding melawan Chelsea di Stamford Bridge beberapa waktu lalu. MU sendiri datang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea dengan bekal enam kemenangan.

Selain berbekal enam buah kemenangan The Red Devils juga datang dengan bekal permainan mereka yang sudah jauh terimprovisasi dan tentu saja jauh lebih baik dari sebelumnya. Satu-satunya hal yang membuat MU terkalahkan adalah kehilangan empat orang pemain yang harus rela untuk tidak mengikuti pertandingan akibat cedera yang dialami. Tidak kira-kira empat pemain harus mengalami cedera. Hal tersebut membuat performa MU cukup menurun namun tetap The Blues sedikit kesulitan untuk membobol gawang MU lebih dari satu gol. Meskipun kehilangan empat pemain inti namun Setan Merah tetap bermain ofensif dan hak tersebut cukup mengejutkan, karena MU kehilangan empat pemain inti karena cedera.

Di sisi lain pada musim ini tim asuhan Mourinho juga belum pernah terkalahkan di kandang sendiri. Dan tentu saja laga yang dilakukan di Stamford Bridhe tersebut menjadu sebuah laga yang cukup sulit bagi mata dan kawan-kawan. Pada musim ini Chelsea merupakan salah satu tim yang belum pernah menelan pil pahit akibat kekalahan. Hal tersebut juga mungkin cukup membuat barisan Setan Merah menjadi sedikit gentar, karena empat pemain intin absen akibat cedera yang di alami. Dan tentu saja bukanlah hal yang mudah untuk mengalahkan Chelsea apa lagi mengingat bahwa Chelsea sendiri belum pernah kalah pada saat berlaga pada kandan sendiri di musim ini.

Stamford Bridge merupakan kandang dari The Blues dan tentu saja bukanlah hal yang mudah untuk mengalahkan Chelsea pada kandang mereka sendiri. Namun tentu saja itu tidak membuat mata dan kawan-kawan goyah sehingga mampu bertahan dan membuat The Blues tidak dapat menelurkan banyak gol ketika berlaga melawan MU. Selain itu tim asuhan Van Gaal ini juga masih mampu menyajikan permainan yang ofensif yang menurut mata sangatlah membanggakan seperti yang sempat ia tuliskan di blog pribadinya. Selain itu kehadiran dua orang pemain muda baru pada MU juga membuat tim ini jauh semakin kuat dan juga menakutkan.

Juventus Diyakini Juga Ikut Buru Raheem Sterling

Juventus Diyakini Juga Ikut Buru Raheem Sterling

Raksasa Serie A Italia, Juventus dipercaya juga ikut turun dalam perburuan gelandang muda Liverpool, Raheem Sterling yang masa depannya masih dipertanyakan.

Ya, masa depan Raheem Sterling di Anfield memang sedang menjadi tanda tanya besar setelah sang pemain berusia 20 tahun tersebut menolak tawaran kontrak yang diajukan kubu The Reds. Bahkan, Sterling tidak tertarik dengan kenaikan gaji yang disematkan pihak Liverpool dalam kontrak berdurasi panjang tersebut. Sang pemain beralasan kecewa atas kebijakan Liverpool yang harusnya memberikan perpanjangan kontrak musim lalu.

Kini, Masa depan sterling dipertanyakan banyak pihak, sang pemain juga sama sekali belum angkat bicara perihal rencana nya di masa mendatang jika telah memutuskan untuk pergi dari Anfield.

Tentu saja, menilik potensi yang dimiliki Sterling, banyak klub papan atas Eropa yang berupaya untuk bergerak cepat, seperti Real Madrid, Barcelona, Paris Saint-Germain, sampai Chelsea. Nah, dalam hal ini, Bianconneri dinilai juga bakal ikut terjun langsung untuk menarik sang pemain ke Turin.

Sejumlah pihak meyakini bahwa Sterling akan menjadi pengganti dari Paul Pogba musim depan yang belakangan kerap diisukan bakal hengkang dari Turin mengingat banyak sekali yang berminat terhadap gelandang nyentrik asal Prancis tersebut. Apalagi, Juve tidak akan bermasalah dari sisi finansial, karena kabarnya, Pogba memiliki klausul Buy Out senilai 90 Juta Euro dalam kontraknya.

Namun, tentu saja Juventus harus bersaing dengan sejumlah peminat Sterling yang mayoritas adalah penguasa Eropa.

Dituding Jadi Penyebab Cedera Modric, ini Kata Ancelotti

Dituding Jadi Penyebab Cedera Modric, ini Kata Ancelotti

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti tak terima dituding sebagai penyebab cedera yang kembali dialami Luka Modric beberapa waktu lalu oleh dokter timnas Kroasia.

Boris Nemec, Dokter Tim Nasional Kroasia tersebut belum lama ini memiliki pandangan bahwa Carlo Ancelotti adalah penyebab utama cedera yang kembali menimpa Luka Modric. Pelatih kepala Real Madrid itu dinilai telah memaksakan sang Gelandang untuk bermain penuh di tiap pertandingan, padahal Modric belum sebelumnya pulih pasca cedera panjang yang membekapnya sejak bulan November 2014 lalu. Namun arsitek lapangan asal Italia tersebut mengecam balik dokter timnas Kroasia dengan menilai bahwa sang Dokter lah yang menjadi penyebab cedera Modric.

“Nemec seperti hidup di dunia lain saja, Modric cedera ketika membela klub, seharusnya dia mendapatkan waktu istirahat dari pentas Internasional bersama Timnas Kroasia, tapi dia justru tetap dimainkan penuh saat menghadapi Norwegia”

“Cedera yang dialami Modric murni karena adanya kontak fisik di atas lapangan, dan bukan karena penyebab lainnya” Ujar Ancelotti dalam jumpa pers jelang laga melawan Atleitco Madrid.

Modric ditarik keluar dalam pertandingan melawan Malaga akhir pekan lalu, dan berdasarkan hasil tes medis yang dilakukan Tim Medis Kroasia, sang gelandang baru bisa pulih enam pekan ke depan. Itu artinya, Modric tak bisa bermain dalam laga melawan Atletico Madrid di Estadio Santiago Bernabeu kamis mendatang, 23 April 2015 di leg kedua babak perempat final Liga Champions.