Profil Lengkap Abel Hernandez

Timnas Uruguay merupakan salah satu peserta dalam ajang bergengsi piala Konfederasi 2013 yang berlangsung di Brasil. Baru baru ini mereka memastikan diri untuk lolos ke babak semifinal kompetisi bergengsi itu setelah menggasak Tahiti dengan skor 8-0. Dalam laga tersebut, Abel Hernandez mencetak Quat Trick. Pemain Muda Uruguay ini sukses menjadi Man of The Match dalam laga tersebut dengan 4 gol yang ditorehkan nya. Sejak saat itu, Hernandez menjadi pemain sorotan di piala konfederasi 2013, siapa sebenarnya pemain ini ?  Simak profil lengkap Abel Hernandez dibawah ini.

abel
Nama Lengkap : Abel Mathías Hernández Platero
Nama Akrab : Abel Hernandez
Tanggal Lahir : 8 August 1990
Tempat Lahir :  Pando, Uruguay
Kebangsaan : Uruguay
Klub Saat ini : Palermo
Tinggi Badan : 185 cm
Posisi Bermain: Striker
Nomor Punggung: 11

Data, Fakta, dan Perjalanan Karir Abel hernandez :

- Abel Hernandez mengawali karir nya sebagai pemain Sepak Bola Professional sejak masih berusia 15 tahun, saat itu ia menjadi striker dari Central Espanol, alhasil ia pun sukses mengoleksi 9 gol. Tahun 2008 ia berpindah ke Penarol, ia pun sukses mencetak 3 gol di klub tersebut, dan akhirnya di tahun 2009 ia merumpun di Serie A Italia bersama Palermo, dan sejauh ini telah mengemas 17 gol.

- Pemain yang satu ini adalah salah satu bagian dari Timnas Uruguay U20 di tahun 2008, kemudian bergabung dengan Timnas Senior Uruguay di tahun 2010, sejauh ini ia sudah mencetak 17 gol untuk Timnas Uruguay.

- Setelah 4 gol yang disarangkan nya ke Gawang Tahiti, nama abel Hernandez semakin melejit, walaupun ia sempat mengaku bahwa ia tengah bermimpi mencetak 4 buah gol dalam satu laga. 4 gol tersebut di cetak di menit ke 2, 24, 45, dan 67. Gol terakhir nya dicetak melalui titik putih (penalty).

Kecewa, Fans Blackpool Lempar Bola Tenis ke Tengah Lapangan

Kecewa, Fans Blackpool Lempar Bola Tenis ke Tengah Lapangan

Banyak cara dilakukan oleh para suporter untuk melampiaskan kekesalan mereka kepada tim kesayangan mereka. Dan yang terbaru, para fans Blackpool melakukan cara unik, dengan membuat lapangan menjadi menguning.

Kejadian langka itu terjadi pada lanjutan Championship Division antara Blackpool melawan Burnley. Pada laga tersebut, Blackpool dipencundangi dengan Burnley skor tipis 0-1.

Kekalahan itu membuat posisi Blackpool di papan klasmen melorot mendekati zona degradasi. Sejauh ini, klub berjuluk The Tangerines berada di posisi 21, atau satu tingkat diatas zona merah.

Memasuki menit 54, suporter yang sudah muak dengan manajemen tim yang dipimpin oleh Karl Oyston, mereka melakukan aksi protes dengan melempar bola tenid dan jeruk ke tengah lapangan.

Sontak pemain kedua kubu terkejut akan aksi nekat para suporter tersebut. Para pemain pun tampak sabar memungut bola dan jeruk keluar lapangan.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan aksi protes dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Love Blackpool, Hate Oyston”. Lalu bernyanyi dengan lirik “We want Oyston out! (kami ingin Oyston keluar).

“Fans memiliki hak untuk demonstrasi jika tidak suka dengan petinggi klub. Tapi, saya lebih senang jika mereka melakukannya sebelum atau sesudah pertandingan,” tutur manajer sekaligus pemain Blackpool, Barry Ferguson.

“Saat ini, itu tidak mempengaruhi saya. Fans telah bersikap baik pada saya dan menunjukan dukungan luar biasa untuk tim,” tutupnya.

Pada hari Senin 21 April 2014, Blackpool akan menghadapi Millwall dalam persaingan keluar dari zona degradasi.

Aksi pelemparan bola tenis ke tengah lapangan bukanlah yang pertama kali dalam sepakbola. Sebelumnya, hal itu pernah dialami oleh Sevilla dan Basel, pada tahun 2012 dan 2010 lalu.

Pamer Celana Dalam, Neymar Tuai Kontroversi

Pamer Celana Dalam, Neymar Tuai Kontroversi

Neymar kembali menjadi sorotan publik, bukan perihal kasus transfernya, melainkan karena aski pamer celana dalam yang ia lakukan pada leg kedua babak perempat-final Liga Champions saat Barcelona bertamu ke markas Atletico Madrid.

Menurut laporan Folha de Sao Paulo, yang merupakan salah satu surat kabar ternama Brazil. Mantan pemain Santos itu mengangkat kausnya dan menunjukkan celana dalamnya dengan brand “Lupo”. Lupo sendiri adalah sponsor pribadi Neymar.

Penyerang Timnas Brazil itu setidaknya sebanyak lima kali dalam 90 menit pertandingan melakukan hal tersebut.

Namun pihak NR Sports, yang mewakili Neymar, angkat bicara mengenai hal tersebut, dan mengungkapkan jika hal itu meerupakan aksi spontan tanpa disengaja.

“Tampilnya nama merk tersebut merupakan hal yang spontan, alami, tidak dipaksakan. Itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh pemain muda,” ucap NH Sports seperti dilansir Marca.

Kasus yang dialami Neymar saat ini, sempat menimpa penyerang Arsenal asal Denmark, Nicklas Bendtner pada gelaran Euro 2012 lalu. Saat itu, Bendtner menunjukkan celana dalam yang bertuliskan pesan sponsor dari rumah taruhan Paddy Power. Karena hal itu, penyerang yang menjadi bahan bullyan di internet tersebut di denda 100.000 Euro oleh UEFA.

Namun demikian, menurut ESPN Brazil menyatakan bahwa Neymar tidak akan diinvestigasi oleh UEFA karena hal ini.

Sebelumnya, Neymar sempat menjadi sorotan publik karena performanya di Barcelona kurang memuaskan. Musim ini, Barcelona terancam mengakhiri musim tanpa gelar, setelah tersingkir di Liga Champions, dan gagal meraih trofi Copa Del Rey setelah takluk 2-1 oleh Real Madrid di partai puncak.

Sementara peluang Blaugrana meraih titel La Liga musim ini terbilang cukup sulit. Kini, Lionel Messi cs masih bertengger diperingkat 2 klasmen sementara, terpaut empat poin dari sang pemuncak klasmen sementara, Atletico Madrid.

4 Fakta Menarik Confederations Cup

Confederations Cup

Seperti yang kita tahu, Piala Konfederasi atau Confederations Cups itu adalah kompetisi yang diadakan oleh FIFA setahun sebelum piala dunia berlangsung, dan ajang tersebut mempertemukan antara juara-juara di masing-masing benua , tuan rumah dan juga juara piala dunia edisi sebelumnya. Disini kami tidak akan membahas banyak soal juara-juara Confederations Cup, melainkan beberapa fakta yang mungkin menarik bagi anda.

1. Sejarah Piala Konfederasi

Awal mula berdirinya Confederations Cup adalah adanya sebuah kompetisi bernama King of Fahd, kompetisi ini digelar pada tahun 1992 dan 1995 namun FIFA akhirnya sepakat untuk mengganti nya menjadi FIFA Confederations Cup atau yang lebih kita kenal dengan nama Piala Konfederasi yang mana telah terlaksana sejak tahun 1997 silam.

2. Juara terbanyak

Layaknya Piala Dunia, Brasil juga berhasil menjadi juara bertahan dalam ajang ini, sebanyak empat gelar juara telah berhasil mereka raih, dan yang terakhir adalah pada tahun 2013 kemarin yang mana saat itu juga Brasil menjadi tuan rumah.

3. Tim Langganan

brasil tidak hanya menjadi tim yang berhasil meraih gelar juara terbanyak dalam laga ini, akan tetapi juga sebagai tim yang paling sering tampil dalam ajang Confederations Cup. Tim samba sudah enam kali ikut dalam kompetisi ini dan hanya empat yang berhasil mereka menangkan. Kemudian di posisi kedua ada Meksiko dan Amerika serikat yang tercatat sebanyak tiga kali ikut serta dalam kompetisi ini.

4. Pemain terbaik

Brasil juga menguasai kategori ini, sebanyak 5 pemain mereka telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik sepanjang kompetisi. Mulai dari Denilson (1997), Ronaldinho (1999), Adriano (2005), Kaka (2009) dan yang terakhir adalah Neymar Da Silva di Confederations Cup tahun 2013 kemarin. Dua pemain lainnya berasal dari Prancis, yaitu Robert Pires (2001), dan Thierry Henry (2003)

Penjaga Gawang Sylvain Azougoui ini Meninggal Setelah Diinjak Pemain Lawan

Penjaga Gawang Sylvain Azougoui ini Meninggal Setelah Diinjak Pemain Lawan

Cerita menyedihkan mengenai meninggalnya para pesepakbola diatas lapangan kerap mewarnai jagat sepakbola. Umumnya, para aktor lapangan hijau meninggalkan karena penyakit yang di deritanya, salah satunya penyakit jantung.

Dan yang terbaru, kabar duka kembali datang dari lapangan hijau. Dimana seorang penjaga gawang dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah pertandingan di Gabon, Afrika. Penyebab kematian kiper tersebut, karena kepalanya terinjak pemain lawan dan nyawanya pun tidak tertolong.

Kejadian nahas ini dialami kiper bernama Sylvain Azougoui saat membela klubnya, AC Bongoville. Pada pertandingan itu, kiper 30 tahun ini sempat melakukan penyelamatan penting. Isi berita seperti dilansir Telegraph.

Kronologisnya, sang striker tidak dapat menjaga keseimbangan dan secara tak sengaja menginjak kepala sang penjaga gawang yang diketahui bernama Azougoui. Tim medis bergerak cepat dengan melarikannya ke rumah sakit terdekat, sayang nyawa Azougoui tidak tertolong.

Kejadian tragis tersebut terjadi saat AC Bongoville bersua Centre Mberi Sportif (MBS) di Bongoville, yang terletak kurang lebih 430 mil selatan ibu kota Gabon, Libreville.

Kabar duka dari lapangan hijau ini menjadi yang kedua secara beruntun, setelah sebelumnya pemain West Ham United, Dylan Tombides, juga meninggal dunia. Namun bedanya, pemain muda The Hammers tersebut meninggal dunia karena penyakit kanker yang di deritanya.

Kejadian ini melengkapi deretan para aktor lapangan hijau yang meninggal diatas lapangan. Sebelumnya beberapa pesepakbola harus kehilangan nyawa mereka di atas lapangan. Diantaranya penyerang Pelita Bandung Raya (PBR), Camara Sekou. Pemain Benfica, Miklos Feher, pemain Matsumoto Yamaga FC, Naoki Matsuda, dan lain-lain. Ketiga pemain diatas meniggal karena penyakit jantung yang di deritanya.

Brussia Dortmund kehilangan Bender dan Reus

Dortmund kehilangan Bender dan Reus

Kedua punggawa penting Die Borussen itu sudah dipastikan menderita cedera paha, dan salah satunya terancam tidak bisa berlaga di Liga Champions Eropa babak 16 Besar.

Borussia Dortmund sepertinya akan kehilangan dua pemain penting mereka di beberapa pekan mendatang, mereka adalah Stev Bender dan Marco Reus, dikarenakan kedua pilar penting Die Borussen itu sedang mengalami cedera pada paha mereka. Cedera tersebut didapat dalam laga tandang kontra Werder Bremen yang mana pertandingan itu sendiri berhasil dimenangkan skuad Jurgen Klopp dengan skor telak 1-5.

Seperti yang kami lansir langsung dari Situs Resmi UEFA, Stev Bender telah dipastikan bakal absen selama masa pemulihan 7 hingga delapan hari lagi yang menyebabkan ia tidak bisa tampil di Pekan selanjutanya Bundesliga Jerman, sedangkan marco Reus mengalami cedera paha yang lebih parah ketimbang Bender, ada Sobekan di otot paha nya yang menyebabkan gelandang asal Jerman itu harus menepi dalam waktu yang lama.

Bahkan menurut prediksi dari Pihak UEFA, Reus terancam tidak bisa tampil di ajang Liga Champions Eropa leg pertama babak 16 besar kontra Zenit Petersburg.

Bukan hanya kedua pemain penting tersebut, beberapa punggawa Dortmund juga telah didera cedera sebelumnya, mereka antara lain adalah Jakub Blaszczykowski dan Neven Suboticyang bermasalah pada lututnya, Mats Hummels Cedera engkel sementara itu Erik Durm Cedera Hamstring dan Ilkay Gundogan cedera punggung.

Borussia Dortmund kini tengah dilanda hujan cedera dan tentu bukanlah hal mudah bagi mereka untuk berhasil memetik kemenangan di Setiap pertandingan nya jika tanpa para pemain penting tersebut. Semoga saja para pemain tersebut lekas sembuh dari cedera mereka masing-masing dan kembali mentas bersama Borussia Dortmund.

Jones Selamatkan Karier Moyes

Phil Jones

Setelah dua kali menderita kekalahan beruntun di Old Trafford, Manchester United bangkit kembali untuk memetik tiga poin di kompetisi Eropa. Menghadapi Shakhtar Donetsk, Setan Merah hanya mampu menang tipis 1-0 di kandang sendiri.

Gol tunggal yang disumbangkan Phil Jones membantu meringankan beberapa tekanan yang menyudutkan David moyes, Pemain internasional Inggris itu mengantarkan United nyaman di posisi teratas Grup A Liga Champions.

Moyes berharap mendapatkan hasil yang menguntungkan di fase 16 besar, dia menghargai kerja keras yang dilakukan anak asuhnya.”Tidak peduli hasil malam ini, kami telah memenuhi syarat dan kami pikir itu lebih baik ketimbang hasil imbang.

Shakhtar adalah tim yang baik diisi para pemain muda Brazil, kecepatan dan tehnik lebih bervariasi, mereka sekumpulan pemain berbakat dan sulit menciptakan banyak peluang untuk menembus pertahanan Shakhtar Donetsk. United dibuat kewalahan meladeni permainan yang dibangun para bintang Samba.

Selama inteval babak pertama pemain United lebih sering berada di dalam jantung pertahanan, Moyes menambahkan “Kami tidak memulai pertandingan dengan baik dan saya benar-benar berpikir bahwa pada 30 menit babak pertama, kami sedikit beruntung karena Shakhtar tidak mencuri gol terlebih dahulu.

Namun di babak kedua permainan United lebih berkembang, tekad untuk menyudahi kekalahan beruntun yang diterima United di Liga Premier memicu semangat para pemain untuk menciptakan gol. Bukan Robin van Persie ataupun Rooney yang menjadi penyelamat muka Setan Merah melainkan bek muda Inggris Phil Jones.

Moyes sedikit binggung terhadap performa timnya, dia tidak tahu apakah itu tentang karekter, pasalnya United buruk di babak pertama namun menjelang babak kedua permainannya mulai berkembang, tapi yang jelas untuk dapat bersaing kembali United harus bermain lebih baik lagi.

 

Chelsea Kejar Tahta Liga Premier

Chelsea FC
Liga Premier Inggris menghadirkan suguhan yang menarik akhir pekan ini, tim asal London Chelsea berhasil menumbangkan tamunya Southampton 3-1 lewat drama yang menegangkan dan berusaha mengejar pimpinan klasemen Liga Premier saat ini Arsenal.

Laga baru berjalan satu menit tetapi kubu Stamford Bridge sudah dibuat terdiam oleh aksi Jay Rodriguez yang mampu mencuri angka, kesalahan Michael Essien yang mengarahkan bola ke mulut gawang diselesaikan dengan baik oleh Rodriguez untuk mengetarkan jala Peter Cech, gol ini membuat start terburuk Chelsea di ajang Premier League sejak Mei 2012.

Memasuki babak kedua permainan Chelsea mulai berkembang berkat gol Gary Cahill, berawal dari sepakan pojok Juan Mata, Cahill berhasil menciptakan gol setelah memanfaatkan bola mentah dari Demba Ba yang membentur tiang gawang.

Pelatih Chelsea membuat perubahan dengan di laga ini dengan memasukkan Juan Mata sebagai starter. Kekalahan 1-0 yang diterima The Blues kala melawat ke kandang Basel di Liga Champions pekan lalu, ternyata masih membekas di hati Jose Mourinho.

Nasib Essien semakin buruk akibat kesalahan fatalnya, dia harus rela digantikan Demba Ba selang setengah jam. The Blues berusaha tampil menekan, Mata yang sebelumnya terpinggirkan mampu berkonstribusi luar biasa, gol kedua Chelsea lahir dari umpan gelandang Spanyol itu yang mampu disambut baik John Terry untuk membalikkan keadaan.

Tampaknya Southampton menyadari masih kalah kelas dengan Chelsea, di menit akhir pertandingan Demba Ba menjauh dari kejaran Southampton setelah menciptakan gol ketiga berkat umpang Ramires dari sisi sayap.

Hasil ini membuat Chelsea berada di posisi kedua setelah menjalani 13 pertandingan, dan selisih empat poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Sementara Manchester City membuntuti di urutan ketiga.

 

Pengabdian Giggs Hanya Untuk MU

Ryan GiggsPemain Veteran Manchester united Ryan Giggs belum memiliki rencana untuk pensiun. Giggs telah menghabiskan seluruh karirnya di Old Trafford, debut pertamanya saat melawan Everton tahun 1991 dan telah membuat caps 953 penampilan.

Giggs beruntung berada di salah satu klub terbesar di Eropa, dimana dikelilingi oleh pemain bagus dan manager yang handal, Giggs yang tergabung dalam “Class of 92″ telah memenangkan banyak gelar untuk United. Dia telah mengalahkan rekan sesamanya Gary Neville dan Paul Scholes yang pesiun setelah menghabiskan seluruh karir di Old Trafford.

“Seandainya saya pindah dari klub mungkin saya telah pensiun seperti halnya David Beckham, Nicky Butt. Saya berlatih tiap hari untuk menjaga kebugaran agar dapat mengikuti seleksi, saya mencoba untuk memberikan kontribusi penuh buat tim,”

Peran Giggs telah membantu United meraih 13 gelar Premier League, empat Piala FA, sembilan Community Shields, dua trofi Liga Champions, satu Piala Super UEFA, satu Piala Intercontinental serta satu Piala Dunia Antar Klub FIFA.

Pemain yang pada hari  Jumat 29 November genap berulang tahun yang ke 40, berharap dapat menandatangani kontra baru dengan United untuk memecahkan rekor penampilan ke 1.000 buat Red Devils.

Gelar yang diraih Giggs selama berkostum Manchester United

Premier League (13): 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002-03, 2006-07, 2007-08, 2008-09, 2010-11, 2012-13
FA Cup (4): 1993-94, 1995-96, 1998-99, 2003-04
Football League Cup (4): 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
FA Community Shield (9): 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2013
UEFA Champions League (2): 1998-99, 2007-08
UEFA Super Cup: 1991
Intercontinental Cup: 1999
FIFA Club World Cup: 2008
PFA Young Player of the Year: 1991-92, 1992-93
PFA Team of the Year (6): 1992-93, 1997-98, 2000-01, 2001-02, 2006-07, 2008-09
PFA Players’ Player of the Year: 2008-09

Wilshere Jaga Kepercayaan Wenger

Jack WilsherePemain tengah Inggris Jack Wilshere berhasil membawa rekan-rekannya menuju ke tahap sistem gugur Liga Champions, setelah mencetak dua gol saat Arsenal mengalahkan Marseille 2-0 di Stadion Emirates dini hari tadi.

Wilshere yang baru saja sembuh dari cedera langsung menunjukkan permainan fantastis, dia dapat membuat gol cepat ke gawang Marseille. Jack tidak terlihat kelelahan di sepanjang pertandingan, dia begitu menikmati laga terbukti dengan membuat satu gol tambahan.

Wilshere memastikan kemenangan The Gunners untuk tetap menjaga di puncak klasemen Grup F, Arsenal kini menjadi unggulan ke 16 Liga Champions. Dengan hasil itu membangkitkan kepercayaan diri para punggawa Arsenal untuk meraih Piala Champions musim ini.

Arsene Wenger berkata kemenangan 2-0 atas Marseille, telah membuatnya senang terutama kembalinya kondisi Wilshere setelah pulih dari cedera beberapa pekan lalu. Arsenal mampu memimpin padahal baru berjalan 28 detik sungguh rekor tercepat sebagai pemain profesional.

Arsenal sangat percaya diri setelah kemenangan mengesankan saat melawat ke kandang Dortmund awal bulan ini, Ozil yang didaulat sebagai pemain terbaik Arsenal juga berkontribusi pada gol kedua Wilshere, namun sayang dia gagal mencetak gol setelah sepakan pada titik putih gagal dieksekusi dengan sempurna.

Sejauh ini The Gunners tampil konsisten bukan hanya sukses di Liga Champions tetapi dominasi sebagai pemegang klasemen Premier League bertahan hingga sekarang.